Keluhkan Sistem Antrean Online Penukaran Uang BI, Warga: Emak-emak Maunya Cash Langsung
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Penyelenggaraan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta
National Halal Fair
(NHF) Kalimantan Barat 2026 di Halaman
Masjid Mujahidin
diwarnai keluhan warga terkait prosedur penukaran uang.
Kamis, (19/2/2026), sejumlah masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga, mengaku kesulitan mengakses layanan penukaran uang yang disediakan
Bank Indonesia (BI)
karena sistem yang mewajibkan pendaftaran secara
online
.
Santi (47), warga Pontianak yang sedang berbelanja di lokasi, mengungkapkan bahwa prosedur tersebut sulit diterapkan bagi kelompok usianya.
"Kalau kita ini yang emak-emak susah, tidak bisa, kecuali anak-anak," ujar Santi saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:
Tekan Laju Inflasi Daerah, Pemprov Kalbar dan BI Gelar Pasar Murah di SERAMBI 2026
Ia berharap pemerintah atau pihak penyelenggara bisa menyediakan layanan penukaran secara tunai atau langsung di tempat tanpa prosedur digital yang rumit.
"Kalau bisa dari pemerintah bisalah minta
cash
saja biar nyaman, biasalah emak-emak, kalau
gen z
sih paham, kalau emak-emak susah," tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Mia (37), warga lainnya yang mengaku enggan melakukan penukaran karena kendala sistem daring tersebut.
Mia menjelaskan bahwa meskipun layanan tersedia, kewajiban mendaftar
online
membuatnya malas untuk ikut mengantre.
"Ada tadi tapi katanya
online
, malas juga kalau
online
, bagi yang paham saja," keluh Mia.
Ia membandingkan dengan sistem penukaran terdahulu yang dianggapnya lebih praktis dan memudahkan masyarakat umum.
"Yang mengantre saja seperti dulu, 100 ribu sudah bisa dapat seribu-seribu, 200 ribu dapat dua-dua ribu, kalau sekarang mau
online
malas," tuturnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, memberikan tanggapan singkat di lokasi yang sama secara terpisah.
Ia menyatakan bahwa pihak Bank Indonesia bersedia membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis saat di lapangan.
"Datang nanti kita bantu," ungkap Doni Septadijaya menanggapi keluhan masyarakat tersebut.
Baca Juga:
BI Kalbar Siapkan Rp3,6 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Idulfitri, Wajib Akses Aplikasi PINTAR
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.