Kemdiktisaintek Luncurkan Pedoman SPMI 2026, Fokus pada Budaya Mutu dan Lulusan
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Pedoman Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi Akademik dan Vokasi Tahun 2026.
Langkah ini menjadi tonggak transformasi pendidikan tinggi untuk bergeser dari sekadar kepatuhan administrasi menuju penguatan budaya mutu yang adaptif dan berbasis pada capaian lulusan (
outcome
).
Acara peluncuran yang diinisiasi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini digelar di Stikes Medistra Indonesia, Bekasi, Rabu (13/5).
Baca Juga:
Satelit Nusantara V Resmi Beroperasi, Targetkan Pemerataan Konektivitas di Wilayah 3T
Forum ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi, perwakilan LLDIKTI Wilayah III dan IV, serta para pakar penjaminan mutu dari berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Belmawa Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa pedoman teranyar ini dirancang untuk memastikan standar pendidikan tinggi selaras dengan tantangan global.
“Pedoman SPMI 2026 ini tidak lagi hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administratif semata. Tetapi menjadi pondasi untuk membangun budaya mutu perguruan tinggi yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada
outcome
lulusan,” ujar Beny.
Penyatuan Instrumen Akademik dan Vokasi
Pedoman SPMI 2026 membawa sejumlah pembaruan signifikan, salah satunya adalah penyatuan instrumen untuk jalur akademik dan vokasi.
Selain itu, sistem ini memperkuat siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berbasis digital yang terintegrasi langsung dengan PDDikti.
Khusus untuk pendidikan vokasi, pedoman ini memberikan penekanan lebih pada kurikulum berbasis industri, efektivitas
tracer study
, serta sertifikasi kompetensi mahasiswa sebagai indikator utama kualitas institusi.
Kepala Subdirektorat Penjaminan Mutu, Kevin Marbun, menambahkan bahwa pedoman ini merupakan tindak lanjut dari Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
“Pedoman ini dirancang untuk memastikan implementasi SPMI berjalan lebih kontekstual sesuai dengan karakteristik perguruan tinggi akademik maupun vokasi,” jelas Kevin.
Fungsi Deteksi Dini Mutu
Dukungan terhadap pedoman baru ini juga datang dari pimpinan LLDIKTI.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, menyebutkan bahwa SPMI kini memiliki peran vital sebagai sistem peringatan dini (
early warning system
) bagi perguruan tinggi sebelum menghadapi evaluasi eksternal atau akreditasi.
“SPMI harus menjadi budaya keseharian perguruan tinggi. Pedoman ini memberikan arah yang jelas, aplikatif, dan strategis bagi institusi pendidikan tinggi,” tutur Lukman.
Sebagai tindak lanjut, Kemdiktisaintek telah menjadwalkan serangkaian agenda nasional mulai dari bimbingan teknis auditor mutu internal hingga pengembangan
helpdesk
digital. Dokumen lengkap pedoman ini sudah dapat diakses dan diunduh melalui laman resmi
lldikti4.kemdiktisaintek.go.id
.
Baca Juga:
Dukung Target Ekonomi 8%, Kemdiktisaintek Fokuskan Perguruan Tinggi Jadi Motor Hilirisasi Riset
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.