faktakalbar

Kemhan dan Krakatau Steel Bahas Potensi Pengembangan Integrated Defense Area

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 1 menit
Kemhan dan Krakatau Steel Bahas Potensi Pengembangan Integrated Defense Area
Faktakalbar.id, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan ( Wamenhan ) RI, Donny Ermawan Taufanto, menerima kunjungan kerja Direktur Utama PT Krakatau Steel , Muhamad Akbar, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Baca Juga:  Kemhan Pastikan Gelombang Kedua Pesawat Rafale Tiba Pertengahan 2026 Pertemuan ini membahas langkah strategis terkait penguatan industri pertahanan nasional, Kamis (05/2/2026). Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah pembahasan mengenai potensi pengembangan integrated defense area atau kawasan pertahanan terintegrasi di lingkungan PT Krakatau Steel. Konsep ini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri agar lebih mandiri dan maju. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar, menyampaikan kesiapan perusahaannya untuk menjalin kolaborasi erat dengan Kementerian Pertahanan. Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi kawasan pertahanan terintegrasi tersebut sebagai wujud kontribusi BUMN terhadap pertahanan negara. Baca Juga:   Kemhan Matangkan Persiapan Latihan Gabungan Multinasional Trident Resolve 2026 Menanggapi hal itu, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto menyambut positif inisiatif yang disampaikan oleh pihak Krakatau Steel. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa konsep integrated defense area tersebut perlu dikaji secara komprehensif dan mendalam. “Konsep ini perlu dikaji secara komprehensif agar implementasinya nanti dapat berjalan optimal,” ujarnya. Wamenhan menambahkan bahwa hasil pertemuan dan usulan ini akan segera dilaporkan kepada Menteri Pertahanan untuk mendapatkan arahan dan tindak lanjut lebih jauh. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK