Kemhan Pastikan Gelombang Kedua Pesawat Rafale Tiba Pertengahan 2026
Faktakalbar.id, JAKARTA -
Kementerian Pertahanan (
Kemhan
) Republik Indonesia memastikan bahwa gelombang kedua kedatangan pesawat tempur baru jenis
Rafale
untuk
TNI Angkatan Udara
akan terlaksana pada pertengahan tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait.
Baca Juga:
Sambut Kedatangan Pesawat Rafale, Danlanud Roesmin Nurjadin Pimpin Aksi Bersih FOD di Apron
"Untuk gelombang kedua dipastikan pertengahan tahun ini,
" ujar Brigjen TNI Rico Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Meski jadwal kedatangan telah dipastikan, Rico belum dapat merinci jumlah pasti pesawat yang akan mendarat pada gelombang kedua tersebut.
Namun, kehadiran armada baru ini dipastikan akan semakin memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Saat ini, tiga unit pesawat Rafale yang merupakan bagian dari kedatangan gelombang pertama telah siaga di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Ketiga pesawat tersebut diterbangkan langsung dari Prancis oleh penerbang tempur TNI AU pada pertengahan Januari 2026 lalu.
"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,"
jelas Rico.
Baca Juga:
Batch Pertama Segera Tiba, Tiga Jet Tempur Rafale Indonesia Siap Dikirim
Sebagai informasi, Kementerian Pertahanan telah menyepakati kontrak pembelian total 42 unit jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis.
Kontrak pengadaan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahap pertama sebanyak enam unit pada September 2022, disusul tahap kedua, dan tahap ketiga untuk 18 unit terakhir yang telah efektif pada Agustus 2023.
Kehadiran alutsista modern generasi 4.5 ini diharapkan mampu meningkatkan efek gentar (
deterrent effect
) serta menjaga kedaulatan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara lebih optimal.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.