Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Penempatan Magang Teknis ke Jepang
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memperluas jangkauan program magang teknis bagi tenaga kerja Indonesia ke Jepang.
Langkah ini dipertegas melalui penandatanganan nota kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki terkait pengembangan, pengiriman, dan penerimaan peserta
Technical Intern Training Program
(TITP).
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (12/5).
Kerja sama ini mencakup penguatan pelatihan, sistem pertukaran data informasi secara berkala, hingga mekanisme
job matching
untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan industri di Miyazaki.
Baca Juga:
Kemnaker Temukan 364 WNA Bekerja Tanpa Dokumen RPTKA di Kawasan Industri Ketapang
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prefektur Miyazaki atas komitmennya dalam memperluas kerja sama ini, terutama dalam pengembangan SDM dan peningkatan kesempatan penempatan magang teknis Indonesia,” ujar Cris.
Selain fokus pada pengiriman, Kemnaker juga tengah menyiapkan sistem berbagi informasi yang bertujuan mendukung pengembangan karier para peserta setelah mereka menyelesaikan masa magang dan kembali ke tanah air.
Berdasarkan data kementerian, tren penempatan magang ke Jepang terus menunjukkan angka yang signifikan. Pada 2025, tercatat sebanyak 19.332 orang telah diberangkatkan.
Sementara itu, hingga Mei 2026, angka keberangkatan sudah menyentuh 18.316 orang.
Khusus untuk wilayah Miyazaki, jumlah peserta asal Indonesia meningkat dari 243 orang pada tahun lalu menjadi 285 orang pada tahun ini.
Gubernur Prefektur Miyazaki, Shunji Kono, mengakui bahwa wilayahnya saat ini tengah menghadapi tantangan depopulasi atau penurunan jumlah penduduk.
Hal ini membuat peran tenaga kerja asing menjadi sangat vital bagi keberlangsungan sektor industri di sana.
“Keberadaan warga Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian di Prefektur Miyazaki. Kami melihat peluang bagi peserta magang Indonesia untuk berkiprah di lebih banyak sektor ke depannya,” tutur Shunji Kono.
Baca Juga:
Pekerja Gaji Kecil Bisa Dapat Bantuan 600 Ribu Lewat Ini
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.