faktakalbar

Kenali Empat Jenis Hama Utama Kelapa Sawit dan Langkah Pengendaliannya

Penerapan teknik pengendalian terpadu menjadi kunci utama bagi para petani dalam mengatasi empat jenis hama utama yang kerap menyerang perkebunan kelapa sawit pada Rabu (22/7/2026).

Penulis: Natash Wednesday, 22 July 2026 📖 1 menit
Kenali Empat Jenis Hama Utama Kelapa Sawit dan Langkah Pengendaliannya
Pohon Sawit. (Dok. Ist)

Penerapan teknik pengendalian terpadu menjadi kunci utama bagi para petani dalam mengatasi empat jenis hama utama yang kerap menyerang perkebunan kelapa sawit.

Langkah mitigasi tersebut mencakup penanganan pada jenis hama tungau merah, ulat api, nematoda akar, hingga kumbang tanduk.

Untuk penanganan ulat api (Setora nitens), pengendalian dapat dilakukan secara mekanik dengan mengutip ulat, penggunaan agen hayati seperti jamur Bacillus thuringiensis, hingga penyemprotan insektisida.

Penyemprotan insektisida pada tanaman berumur di atas lima tahun membutuhkan bantuan mesin penyemprot atau penyemprotan udara jika area serangan sudah meluas.

Sementara untuk mengatasi hama tungau merah (Oligonychus) di musim kemarau, pengelola kebun disarankan melakukan penyemprotan akarisida berbahan aktif tetradion dengan konsentrasi 0,1 hingga 0,2 persen.

Ancaman pada tanaman muda juga datang dari kumbang Oryctes rhinoceros yang dapat memicu penyakit busuk titik tumbuh hingga mematikan tanaman.

Pengendalian kumbang Oryctes rhinoceros dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dari sampah kayu serta pemanfaatan jamur Metharrizium anisopliae dan Baculovirus.

Adapun bagi tanaman yang terinfeksi nematoda akar, pembongkaran dan pembakaran tanaman yang mati menjadi langkah mutlak guna memutus rantai infeksi di area perkebunan.

Penerapan kombinasi metode sanitasi kebun, pemanfaatan musuh alami, serta kimiawi secara terukur dinilai efektif menekan ambang batas kerugian ekonomi petani.

(*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK