faktakalbar

Kepala Bidang Perlindungan Anak Kalbar Tutup Usia, Sempat Keluhkan Tekanan Kerja

Penulis: Redaksi Tuesday, 15 July 2025 📖 2 menit
Kepala Bidang Perlindungan Anak Kalbar Tutup Usia, Sempat Keluhkan Tekanan Kerja
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (PPHA) di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP3A ) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Mas Henny Dewi Sartika, meninggal dunia pada usia 58 tahun. Dewi tutup usia di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Minggu (13/7/2025). Baca Juga: Staf Khusus BPIP Benny Susetyo Dikabarkan Meninggal Dunia Sebelum meninggal, Dewi dikabarkan mengalami tekanan batin di tempat kerjanya. Ia juga sering curhat soal masalah yang dihadapi di kantor. Hal ini diungkapkan oleh Deri Octaris Cowari, kerabat sekaligus Ketua Forum Pegawai DP3A Kalbar. “Saya tahunya beliau itu sakit satu minggu belakangan. Saat saya bilang bahwa ada kawan-kawan yang merasa terzalimi dan mungkin akan ada aksi, beliau bilang sedang sakit,” ujar Deri, dikutip dari detikKalimantan, Senin (14/7/2025). Deri menjelaskan bahwa Dewi sempat meminta dukungan untuk memperjuangkan keadilan bagi pegawai DP3A Kalbar yang merasa mengalami ketidakadilan dan tekanan di lingkungan kerja. “Beliau pernah ke rumah dan meminta saya menindaklanjuti perjuangan ini sebagai koordinator juru bicara. Secara pribadi, beliau merasa tertekan, dibully, gelisah, dan situasi kerja tidak nyaman karena adanya penghinaan,” kata Deri. Kepala DP3A Kalbar, Herkulana Mekarryani, turut menyampaikan belasungkawa dan mengapresiasi kinerja Dewi selama ini, terutama dalam mengayomi staf. “Sangat terkejut karena ini sangat mendadak. Beliau baru menjalankan tugas dan juga akan menyiapkan kegiatan forum anak minggu ini. Kami turut berduka cita, mendoakan semoga dosa beliau diampuni Allah dan mendapatkan husnul khotimah karena beliau orang baik,” ujar Herkulana. Mengenai tekanan di kantor, Herkulana mengakui bahwa tuntutan kinerja memang tinggi demi percepatan pelayanan. “Kami dituntut untuk memberikan kinerja terbaik karena misi ke-8 Gubernur Kalbar terkait hak asasi manusia,” tambahnya. Meski demikian, Herkulana tidak mengetahui secara pasti tekanan yang dialami Dewi karena selama ini tidak pernah menerima keluhan langsung dari almarhumah. Baca Juga: Gusti Irwan Wibowo alias Gustiwiw Meninggal Dunia, Komika dan Musisi Sampaikan Duka Mendalam Ia menduga tekanan tersebut bisa berasal dari tugas berat menangani isu serius seperti perkawinan anak dan kekerasan seksual terhadap anak. “Kami menghargai dan mengapresiasi almarhumah selama ini telah berkolaborasi dengan baik,” kata Herkulana. Sebelumnya, Dewi juga sempat menyampaikan masalah yang dialaminya kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson Azroi. Para pegawai DP3A Kalbar meminta solusi terkait polemik di dinas tersebut. “Beberapa teman dari DP3A sudah menyampaikan masalahnya. Itu bagian dari dinamika organisasi. Saya sudah minta introspeksi dan kembali bekerja bersama agar tugas DP3A tercapai dengan baik,” kata Harisson usai melayat di rumah duka. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK