Pimpin Apel Perdana, Kepala Karantina Kalbar Ferdi Tekankan Integritas dan Hapus Ego Sektoral
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan
(BKHIT) Kalimantan Barat
menggelar apel pagi perdana yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai yang baru, Ferdi.
Kegiatan ini berlangsung di halaman
kantor BKHIT Kalbar
, Senin (26/1/2026).
Baca Juga:
Cegah Masuk Hama Penyakit, Karantina Entikong Gencarkan Edukasi Pelintas Batas
Momentum ini dimanfaatkan Ferdi sebagai sarana konsolidasi internal sekaligus menyampaikan arahan strategis dari Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) guna mendongkrak performa pelayanan dan pengawasan di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam amanatnya, Ferdi menekankan lima poin krusial yang wajib menjadi pedoman seluruh pegawai. Poin pertama dan utama adalah integritas.
Ia meminta jajarannya untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun.
"Jagalah integritas sekuat mungkin dengan tidak menerima atau meminta apa pun dari pemangku kepentingan. Kita harus melayani dengan sepenuh hati,"
tegas Ferdi.
Lima Poin Strategis
Selain integritas, Ferdi juga menyoroti pentingnya kedisiplinan pegawai, terutama yang bertugas di pintu-pintu masuk dan keluar seperti bandara dan pelabuhan.
Ia juga mengingatkan keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan penegakan aturan.
"Kita adalah pelayan masyarakat, namun kita juga benteng pertahanan dari pelanggaran aturan karantina,"
ujarnya.
Baca Juga:
Buka Rapimnas 2026, Kepala Barantin Tekankan Penguatan Sistem Perkarantinaan Nasional
Poin keempat yang ditekankan adalah mengenai kerapian seragam dan kebersihan lingkungan kerja sebagai cermin profesionalisme.
Terakhir, Ferdi menginstruksikan penghapusan ego sektoral di internal balai.
"Kita adalah satu kesatuan yang harus bersinergi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya demi kemajuan Karantina Kalimantan Barat,"
pungkasnya.
Rangkaian apel pagi tersebut ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pegawai sebagai wujud komitmen mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.