Kericuhan Antar Fakultas di UNTAN Berawal Dari Unggahan Kontroversial
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Suasana tegang menyelimuti kampus Universitas Tanjungpura (
UNTAN
) pada Jumat (8/8/2025) malam, menyusul terjadinya kericuhan mahasiswa UNTAN antara mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Kehutanan.
Insiden ini dipicu oleh serangkaian peristiwa yang dimulai dari kritik hingga unggahan provokatif di media sosial.
Pemicu awal ketegangan adalah pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNTAN, Najmi Ramadhan.
Baca Juga:
16 Masa Aksi Ditetapkan Sebagai Tersangka pada Aksi 27 Tahun Reformasi di Balai Kota
Saat memberikan sambutan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakultas Kehutanan, Najmi mengkritik pelaksanaan PKKMB Fakultas Hukum yang diselenggarakan di PASKHAS.
Situasi semakin memanas setelah sebuah unggahan dari mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023 beredar luas.
Unggahan tersebut menampilkan gestur yang dianggap tidak pantas di depan gapura Fakultas Kehutanan, yang sontak menimbulkan keresahan dan ketersinggungan di kalangan mahasiswa kehutanan.
Menurut kesaksian seorang mahasiswa yang bermukim di sekitar arboretum, beberapa mahasiswa dari Fakultas Hukum telah terlihat mendatangi area tersebut sejak Jumat subuh.
Puncak ketegangan terjadi pada malam hari ketika sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum bergerak menuju Arboretum Sylva UNTAN.
Saat tiba di dekat Fakultas Pertanian, adu mulut yang sengit tak terhindarkan dan dengan cepat berujung pada bentrokan fisik.
Baca Juga:
Alerta! Puluhan Massa Aksi di Malang Ditangkap, Terjadi Dugaan Kekerasan oleh Aparat
Upaya pihak keamanan kampus untuk menengahi pada awalnya tidak membuahkan hasil.
Kericuhan baru berhasil diredam sekitar pukul 03.00 WIB dini hari setelah mediasi intensif yang melibatkan pihak keamanan internal, pimpinan universitas, aparat kepolisian, serta Presma Najmi Ramadhan yang turut turun tangan menenangkan kedua kubu.
Dalam video klarifikasi yang disebarkannya, Presiden Mahasiswa UNTAN, Najmi Ramadhan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Saya, Najmi Ramadhan, Presiden Mahasiswa UNTAN, meminta maaf atas pernyataan saya yang menyebabkan kegaduhan, terutama kepada teman-teman Fakultas Hukum dan PASKHAS sebagai penyelenggara PKKMB. Saya berharap pelaksanaan PKKMB di Universitas Tanjungpura ke depan dapat dievaluasi dan diperbaiki agar lebih baik." video klarifikasi
Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Hukum yang terlibat dalam unggahan kontroversial, Raja Batuah, juga merilis video permintaan maafnya.
"Perkenalkan, saya Raja Batuah, mahasiswa Fakultas Hukum UNTAN. Saya meminta maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan Dekan Fakultas Kehutanan atas tindakan saya yang menyinggung fakultas tersebut. Terima kasih." ujar Raja Batuah dalam vidio tersebut.
(Tim Redaksi)
Tag:
#Universitas Tanjungpura
#Fakultas Hukum
#Fakultas Kehutanan
#Kericuhan Mahasiswa
#Presma UNTAN
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.