faktakalbar

Ketua HMI Mempawah Mengaku Diteror Usai Soroti Video Pembakaran Lahan Anggota DPRD

Faktakalbar.id - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah, Abdul Rohman, mengaku mendapat intimidasi dan teror melalui telepon setelah organisasi yang dipimpinnya menyoroti dugaan pembakaran lahan yang melibatkan anggota DPRD Kabupa…

Penulis: Tim FK Monday, 21 September 2026 📖 4 menit
Ketua HMI Mempawah Mengaku Diteror Usai Soroti Video Pembakaran Lahan Anggota DPRD
Tangkapan layar video yang memperlihatkan anggota DPRD Mempawah Choirussaib di lokasi lahan terbakar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah, Abdul Rohman, mengaku mendapat intimidasi dan teror melalui telepon setelah organisasi yang dipimpinnya menyoroti dugaan pembakaran lahan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, S.Pd.I.

Abdul mengatakan teror tersebut terjadi pada Senin dini hari, 21 September 2026, sekitar pukul 01.29 WIB. Dia menerima panggilan dari dua nomor yang tidak dikenalnya.

Karena panggilan tersebut terjadi pada dini hari, Abdul mengaku merekam percakapan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Saya menerima telepon dari dua nomor yang tidak dikenal. Karena waktunya dini hari dan khawatir ada sesuatu, saya memilih merekam percakapan," kata Abdul, Senin, 21 September 2026.

Menurut Abdul, percakapan berlangsung singkat dan berisi kata-kata kasar serta pernyataan bernada intimidatif. Dia juga mengklaim penelepon mengancam akan mendatangi kediamannya.

Dalam percakapan tersebut, kata Abdul, penelepon turut menyebut nama Choirussaib. Namun, Abdul menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk memastikan siapa penelepon dan apa motif di balik panggilan tersebut.

"Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri. Tetapi kami melihat ada kaitan dengan sikap HMI yang sedang mengawal persoalan dugaan pembakaran lahan ini," ujarnya.

HMI Cabang Mempawah sebelumnya meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan pembakaran lahan tersebut. Organisasi mahasiswa itu menyoroti video yang memperlihatkan Choirussaib berada di sebuah lahan yang tengah terbakar.

Abdul mengatakan HMI tidak ingin mengambil alih kewenangan aparat dalam menentukan apakah telah terjadi tindak pidana. Menurut dia, pihaknya hanya meminta dugaan pembakaran tersebut diperiksa berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

Video Pembakaran Lahan Viral

Video yang menampilkan anggota DPRD Mempawah, Choirussaib, beredar luas di media sosial pada Ahad, 20 September 2026. Video tersebut diunggah ulang oleh sejumlah akun Instagram dan kemudian mendapat perhatian publik.

Dalam video itu, Choirussaib tampak berada di sebuah lahan yang tengah terbakar. Dia terlihat tidak mengenakan baju dan menggunakan kalung.

Sejumlah pohon sawit tampak berada di sekitar lokasi.

Dalam rekaman tersebut, Choirussaib menyebut lahan itu sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Dia kemudian menyampaikan pernyataan mengenai pembakaran kembali bagian lahan yang belum terbakar.

"Kawan-kawan ini bekas kebakaran kemarin, kita bakar lagi sekalian, langsung buka lahan," ujar Choirussaib dalam video tersebut.

"Sawit yang kena kebakaran di belakang, kita tambah," katanya.

Video itu kemudian memicu beragam komentar warganet. Sebagian di antaranya meminta kepolisian turun tangan untuk menelusuri aktivitas pembakaran yang terlihat dalam rekaman.

Sorotan tersebut kemudian mendapat perhatian HMI Cabang Mempawah. Abdul mengatakan organisasi yang dipimpinnya meminta aparat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi, lokasi, serta tujuan pembakaran lahan tersebut.

Selain persoalan dugaan pembakaran, HMI kini juga menyoroti dugaan intimidasi yang dialami setelah sikap kritis organisasi tersebut disampaikan kepada publik.

Abdul mengatakan HMI siap menempuh jalur hukum apabila dugaan ancaman tersebut dinilai memenuhi unsur pidana.

"Kami tidak akan mundur. Jika ada dugaan tindak pidana berupa ancaman atau intimidasi, kami akan menempuh mekanisme hukum yang berlaku," kata Abdul.

Tangkapan layar video klarifikasi Choirussaib. (Dok. Ist)Tangkapan layar video klarifikasi Choirussaib. (Dok. Ist)

Choirussaib Beri Klarifikasi

Setelah video tersebut viral, Choirussaib memberikan klarifikasi melalui sebuah video. Dalam rekaman itu, Choirussaib tampak sopan dengan mengenakan baju dan peci, dia meminta maaf atas kegaduhan yang muncul di media sosial.

Choirussaib mengatakan lahan yang terlihat dalam video memang berada di lahannya. Namun, dia menjelaskan bahwa lahan tersebut sebelumnya telah terbakar.

Menurut Choirussaib, kebakaran terjadi sejak 1 September 2026. Setelah itu, masih terdapat kayu dan material sisa kebakaran yang belum terbakar.

Dia mengatakan sisa kayu tersebut kemudian ditebang, dibersihkan, dikumpulkan, lalu dibakar pada 17 September 2026.

"Jadi sekali lagi saya mohon maaf terkait terjadinya kegaduhan tersebut. Intinya saya hanya membakar dari kayu bekas-bekas terbakar sebelumnya yang saya kumpulkan," ujar Choirussaib dalam video klarifikasinya.

Dia juga mengatakan pembakaran tersebut hanya dilakukan terhadap tumpukan kayu dan tidak merembet ke lahan di sekitarnya.

Choirussaib kemudian menjelaskan bahwa dirinya bukan orang yang melakukan pembakaran dalam video tersebut. Menurut dia, pembakaran dilakukan oleh temannya, sedangkan dirinya hanya membuat rekaman video.

"Yang membakar itu teman saya, saya hanya iseng bikin video. Itulah kesalahan saya. Mungkin sehingga itu jadi viral," katanya.

Choirussaib kembali meminta maaf atas beredarnya video tersebut dan menyatakan pembakaran yang dilakukan hanya terhadap sisa-sisa material dari lahan yang sebelumnya terbakar.

Sementara itu, Polres Mempawah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lahan yang terlihat dalam video tersebut. Choirussaib juga telah dimintai keterangan oleh kepolisian terkait peristiwa pembakaran lahan yang menjadi sorotan.

Langkah kepolisian tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu hasil penyelidikan secara transparan, termasuk kepastian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.

Jika ditemukan unsur pidana, publik menunggu penegakan hukum dan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, tanpa membedakan latar belakang maupun jabatan. Terlebih, Choirussaib merupakan anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang memiliki tanggung jawab publik dan semestinya turut memberikan contoh dalam kepatuhan terhadap aturan, termasuk ketentuan mengenai pembakaran lahan.

Di sisi lain, dugaan intimidasi terhadap Ketua HMI Cabang Mempawah, Abdul Rohman, juga menjadi perkara yang perlu ditelusuri secara terpisah. Identitas dua penelepon, motif ancaman, serta ada atau tidaknya hubungan dengan persoalan pembakaran lahan menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk mengungkapnya.

(Tim FK)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK