faktakalbar

Kisah Oei Hui-lan: Putri 'Raja Gula' Semarang yang Jadi Ibu Negara China

Penulis: Redaksi Tuesday, 27 January 2026 📖 2 menit
Kisah Oei Hui-lan: Putri 'Raja Gula' Semarang yang Jadi Ibu Negara China
Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Jauh sebelum istilah Crazy Rich Asian populer, Indonesia sudah memiliki sosok sosialita kelas dunia yang kisahnya bak dongeng. Dia adalah Oei Hui-lan, seorang perempuan kelahiran Semarang, 21 Desember 1889, yang takdirnya membawanya menjadi Ibu Negara China. Lahir dari keluarga elite Tionghoa di Hindia Belanda, perjalanan hidup Oei Hui-lan penuh dengan kemewahan, intrik diplomatik, hingga sejarah kepemimpinan dunia. Berikut adalah fakta menarik tentang sosok "Putri Jawa" yang pernah mendampingi orang nomor satu di China tersebut. Baca Juga:  5 Fakta Borneo Shinbun, Koran Propaganda Jepang di Kalimantan Barat 1. The Real "Sultan" Semarang Oei Hui-lan bukan perempuan sembarangan. Ia adalah putri dari konglomerat legendaris Oei Tiong Ham dan istrinya Goei Bing Nio. Sang ayah dijuluki "Raja Gula Dunia" karena kekayaannya yang pada masa itu mencapai ratusan juta gulden, atau setara puluhan triliun rupiah jika dikonversi ke nilai saat ini. Masa kecil Hui-lan di Semarang sangatlah glamor. Keluarga besarnya tinggal di kawasan hunian seluas puluhan hektare yang dilengkapi vila, paviliun pribadi, dan fasilitas mewah yang sangat langka pada zamannya. Dalam memoarnya yang berjudul Oei Hui Lan: Kisah Putri Sang Raja Gula dari Semarang , ia menceritakan betapa mudahnya hidupnya kala itu. Ia tidak perlu menyentuh pekerjaan rumah karena dilayani banyak pembantu dan koki. Bahkan, sang ayah tidak segan mengeluarkan biaya berapapun untuk menggelar pesta ulang tahun super mewah demi menyenangkan hati putrinya. 2. Pertemuan dengan Diplomat Top Dunia Berkat kekayaan ayahnya, Hui-lan memiliki akses liburan ke mana saja dan menjalin pertemanan dengan kaum bangsawan Eropa, termasuk di Inggris. Di London pada awal tahun 1920-an inilah ia bertemu dengan Wellington Koo, seorang duda yang juga diplomat ulung perwakilan China. Koo adalah tokoh penting yang turut membentuk Liga Bangsa-Bangsa. Hubungan keduanya berlanjut ke jenjang pernikahan yang digelar di Brussel, Belgia, pada tahun 1921. 3. Menjadi Ibu Negara China (First Lady) Karier suami Hui-lan meroket tajam setahun setelah menikah, mulai dari menjadi Menteri Luar Negeri hingga Menteri Keuangan. Puncaknya terjadi pada tahun 1926, ketika Wellington Koo ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Presiden Republik China menggantikan Sun Yat-sen yang wafat. Secara otomatis, Oei Hui-lan pun menyandang status sebagai Ibu Negara China. Ia aktif mendampingi suaminya dalam perjalanan diplomasi global untuk menggalang dukungan internasional bagi Republik China. 4. Akhir Perjalanan di New York Sayangnya, kisah cinta mereka kandas . Oei Hui-lan dan Wellington Koo bercerai pada tahun 1958. Pasca perceraian, Hui-lan memilih menetap di New York, Amerika Serikat, untuk membesarkan ketiga anaknya. Meski hidup di luar negeri, ia sempat mencoba peruntungan bisnis di Indonesia pada tahun 1986 di bidang perkapalan dan tembakau, namun usahanya tersebut tidak berhasil. Sang mantan Ibu Negara yang lahir di Semarang ini akhirnya menutup mata pada tahun 1992 di New York. Baca Juga:  Menelusuri Jejak Kolonial: 4 Bangunan Peninggalan Belanda di Pontianak yang Masih Kokoh dan Estetik (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK