Mahasiswa UGM KKN di Temajuk, Dorong Pariwisata dan UMKM
Faktakalbar.id, SAMBAS –
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Universitas Gadjah Mada
(UGM) mulai mengabdi di
Desa Temajuk
, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Baca Juga:
Polres Melawi Gelar Syukuran HUT Bhayangkara ke-79 Bersama Petani dan Mahasiswa
Program KKN tersebut menyasar penguatan pariwisata bahari, pendidikan, dan pengembangan UMKM lokal. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Mahasiswa Klaster Soshum KKN UGM Saga Ekor Borneo, Abyasa Kurniawan, pada Jumat (11/07/2025).
“
Kami dari KKN UGM kelompok Saga Ekor Borneo melakukan KKN di Kecamatan Paloh yang terbagi menjadi dua tim, yaitu Desa Sebubus sebanyak 13 orang dan Desa Temajuk sebanyak 12 orang. KKN di UGM sistemnya itu meliputi 4 klaster di antaranya ada klaster Medika, Agro, Saintek, dan klaster Soshum
,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lokasi KKN dipilih untuk jangka waktu lima tahun berturut-turut agar ada kesinambungan program.
“
Kecamatan Paloh sebenarnya sudah pernah satu kali didatangi oleh kakak-kakak kami tahun sebelumnya di Desa Sebubus dan di Desa Nibung. Dari ketentuan UGM, ketika sudah menempati satu lokasi harus 5 tahun atau 5 periode KKN di sana baru bisa pindah tempat
,” ujar Abey.
Kegiatan KKN berlangsung selama 50 hari, dari 20 Juni hingga 8 Agustus 2025, dengan persiapan yang sudah dilakukan sejak Desember 2024.
“
Kalau dari persiapan sebenarnya seru dan seram, seram karena menurut kami sendiri ini menjadi salah satu perjalanan jauh bagi kami yang harus mengabdi dan juga bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat
,” katanya.
Setiap mahasiswa diwajibkan membuat minimal lima program kerja (proker) yang berdampak langsung bagi warga.
“
Salah satu program unggulan dari teman-teman Temajuk itu, kita membuat filtrasi air hujan jadi air siap minum
,” jelasnya.
Selain itu, Abey juga mengusulkan pembentukan koperasi nelayan.
“
Kami berencana membuat koperasi nelayan. Setelah aku cari tahu lebih lanjut potensinya, ternyata masih bisa dikembangkan lagi
,” tuturnya.
Fokus utama KKN tahun ini meliputi ecotourism, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Di sektor ekonomi, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam peningkatan kualitas produk dan pemasaran digital.
Baca Juga:
Mahasiswa ISB Bengkayang Pelajari Smart City di Singkawang, Diskominfo Buka Peluang Kolaborasi
“
Koperasi nelayan juga menjadi salah satu solusi yang tepat. Nantinya di koperasi nelayan, mahasiswa KKN UGM akan membuat produk dari tangkapan hasil laut nelayan seperti abon ikan, ikan asin, kerupuk ikan, dan lain sebagainya
,” pungkasnya.
(DNS)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.