KMP LCT Julia HI Resmi Beroperasi, Berangkat dari Pontianak Hubungkan Teluk Batang
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya yang kerap melakukan mobilisasi antara
Kota Pontianak
dan Kabupaten Kayong Utara.
Tepat pada Selasa, 31 Maret 2026, KMP LCT Julia HI secara resmi memulai operasional perdananya. Kapal feri ini melayani keberangkatan langsung dari
Pontianak
melalui
Pelabuhan Senghie
, bukan dari Rasau seperti kapal feri pada umumnya, dengan tujuan Pelabuhan Teluk Batang.
Baca Juga:
Fasilitas Dinilai Minim, Wagub Kalbar Janjikan Pembenahan Pelabuhan Perikanan Sukabangun Ketapang
Acara peresmian peluncuran KMP LCT Julia HI dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Owner KMP LCT Julia HI, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (
Kadisporapar
) Kota Pontianak, perwakilan Anggota
DPRD Provinsi Kalimantan Barat
, serta pihak
PT Jasa Raharja,
Selasa (31/3/2026).
Fasilitas Lengkap dan Kapasitas Angkut Maksimal
Ridwan, selaku owner KMP LCT Julia HI, menjelaskan bahwa kapal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan logistik dan
penumpang
secara efisien. Kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) ini memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk mengarungi perairan Kalimantan.
"KMP Julia HI merupakan kapal feri yang melayani rute perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Batang. Kapal ini difungsikan untuk mengangkut penumpang serta berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga truk roda empat dan roda enam. Untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan, pengelola juga menyediakan fasilitas hiburan seperti karaoke di dalam kapal," ujar Ridwan saat diwawancarai oleh Fakta Kalbar.
Baca Juga:
Krisantus Kurniawan Desak Pelabuhan Kijing Segera Dioperasikan: Kalbar Sudah Rugi Puluhan Tahun!
Jadwal Keberangkatan dan Durasi Perjalanan
Manajemen telah menyusun jadwal rutin guna memastikan kepastian keberangkatan bagi para pengguna jasa. KMP LCT Julia HI dipastikan akan beroperasi secara intensif setiap bulannya.
Frekuensi: Berangkat setiap dua hari sekali (Total 30 perjalanan per bulan).
Dari Pontianak: Setiap tanggal ganjil, pukul 16.00 WIB.
Dari Teluk Batang: Setiap tanggal genap, pukul 17.00 WIB.
Dengan dukungan dua mesin utama yang tangguh, durasi perjalanan dari Pontianak ke Teluk Batang diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam.
Keamanan Terjamin dan Legalitas Lengkap
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Ridwan menegaskan bahwa seluruh dokumen perizinan telah rampung, termasuk izin dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Selain itu, kerja sama dengan pihak asuransi telah dilakukan secara menyeluruh. Penumpang dilindungi oleh Jasa Raharja, sementara kendaraan beserta barang muatan diproteksi oleh
Jasa Raharja
Putra. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Jasa Raharja yang hadir dalam acara tersebut.
"Masyarakat Pontianak tidak perlu khawatir, bagi para pengguna jasa kapal sudah tercover oleh asuransi. Penumpang dilindungi oleh Jasa Raharja, sementara kendaraan dan barang muatan dilindungi oleh Jasa Raharja Putra," tegas perwakilan Jasa Raharja.
Dukungan Pemerintah dan Legislatif
Kehadiran rute baru ini disambut antusias oleh
Pemerintah Kota Pontianak
. Rizal, selaku Kepala Disporapar Kota Pontianak, menilai hal ini akan memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Tentu ini memberi wacana baru buat masyarakat
Kota Pontianak
dan sekitarnya. Karena biasanya kalau mau ke Teluk Batang, biasanya ke Pelabuhan Rasau yang jarak dari Pontianak itu memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sekarang sudah ada KMP Julia HI ini, mungkin bisa mempermudah masyarakat sekitar juga kalau mau ke Teluk Batang," kata Rizal.
Senada dengan Rizal, Ishak ali, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran armada baru yang representatif di Kalbar.
"Dengan adanya transportasi laut yang bernama KMP LCT Julia HI ini merupakan kebanggaan kita. Jadi saya imbau, ayo masyarakat Provinsi Kalimantan Barat naik kapal KMP LCT Julia HI. Harganya terjangkau, fasilitasnya bagus, keamanan juga sudah terjamin," pungkas Ishak ali.
Kehadiran KMP LCT Julia HI diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di pesisir Kalimantan Barat, memangkas biaya logistik, dan memberikan alternatif transportasi yang aman serta nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga:
Urai Hambatan Logistik, Gubernur Ria Norsan Prioritaskan Akses Tol Menuju Pelabuhan Kijing
(DHN)
Tag:
#DPRD Kalbar
#Pelabuhan Teluk Batang
#KMP LCT Julia HI
#Rute Pontianak Teluk Batang
#Transportasi Laut Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.