faktakalbar

Komitmen Peningkatan SDM Lokal, PT DIB Berikan Beasiswa S1 untuk Mahasiswa Pulau Pelapis Kayong Utara

Penulis: Redaksi Friday, 19 September 2025 📖 2 menit
Komitmen Peningkatan SDM Lokal, PT DIB Berikan Beasiswa S1 untuk Mahasiswa Pulau Pelapis Kayong Utara
Faktakalbar.id, PONTIANAK - PT Dharma Inti Bersama ( DIB ) meluncurkan program tanggung jawab sosial perusahaan ( CSR ) dengan memberikan beasiswa penuh bagi 15 mahasiswa berprestasi dari Desa Pelapis , Kabupaten Kayong Utara. Bantuan pendidikan ini difokuskan pada mahasiswa strata satu (S1) dan diserahkan dalam acara yang berlangsung di Orchardz Hotel Pontianak, Jumat pagi (19/9/2025). Bantuan beasiswa mencakup biaya uang kuliah tunggal ( UKT ) dan biaya tempat tinggal, sebuah pendekatan komprehensif untuk memastikan para mahasiswa dapat fokus pada studi mereka tanpa terkendala biaya. Penerima beasiswa tersebar di berbagai institusi pendidikan di Kalimantan Barat, termasuk Universitas Tanjungpura, Universitas Sapta Oedang ( OSO ), STIKES YARSI, IAIN Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas PGRI Pontianak, Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Ketapang, dan STAI Al-Haudi Ketapang. Dalam sambutannya, Rasnius Pasaribu , perwakilan manajemen PT DIB , menegaskan komitmen perusahaan yang kuat terhadap keberlanjutan dan kepatuhan regulasi. Baca Juga:   Peningkatan Kasus DBD di Pontianak, Dinkes Gencarkan Gerakan PSN Serentak "Kami memiliki komitmen yang kuat, pertama, peduli terhadap lingkungan hidup yang berkelanjutan, dan taat pada regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi Kalbar, maupun pemerintah Kayong Utara," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan telah menandatangani komitmen dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) untuk menaati semua regulasi yang ada. Proyek Kawasan Industri Pulau Penebang ( KIPP ) yang dikelola PT DIB merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ( PSN ) dan masuk dalam Rencana Pembangunan Menengah Nasional. Rasnius mengungkapkan; "Proyek Strategis Nasional ( PSN ) ini atau di kawasan Pulau Penebang ini merupakan termasuk di dalam rencana pembangunan menengah Nasional, ini sesuatu yang luar biasa." Ia juga memaparkan bahwa dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi faktor kunci kelancaran proyek, di mana perkembangan dilaporkan secara berkala kepada pihak kementerian. Baca Juga:   Dua Anggota Polres Kayong Utara Siap Berlaga di PON 2025 Mewakili Kalbar Rasnius menyebut bahwa penerima beasiswa bukan sekadar penerus, tapi mereka pemilik sekaligus penentu masa depan bangsa. "Sebagai pemilik, mereka kita berikan kesempatan sebesar-besarnya untuk memperoleh pendidikan yang baik," tegasnya. Program beasiswa ini hanyalah permulaan. Rasnius berharap ke depan para mahasiswa dapat memperoleh kesempatan kuliah ke luar negeri, memfasilitasi transfer ilmu dan wawasan yang lebih luas. Menanggapi program tersebut, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari , turut memberikan apresiasi dan pandangannya terkait keberadaan Proyek Strategis Nasional ( PSN ) di daerahnya. Ia menekankan bahwa proyek ini membawa Kayong Utara pada perspektif yang lebih luas. "PSN ini hadir di Kayong Utara, cara kita memandang Kayong tidak hanya memandang Kayong yang hanya berjumlah 132.000 penduduk tapi memandang Indonesia secara luas," tuturnya. Baca Juga:  Hadiri Malam Ta'aruf MTQ XXXIII Kalbar, Bupati Kayong Utara Apresiasi Kapuas Hulu Ia juga menegaskan bahwa kehadiran perusahaan sejalan dengan visi pemerintah daerah. "Kehadiran PT DIB di Pulau Penebang bukan hanya berorientasi pada profit tapi memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," tambah Amru. Lebih lanjut, Rasnius mengklaim kontribusi ekonomi perusahaan saat ini yang telah menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja, memberikan dampak langsung ke nelayan lokal dan memberikan kontribusi pajak serta retribusi kepada pemerintah setempat. "Sampai hari ini sudah 2.000 lebih tenaga kerja serapan, itu juga akan memberikan kontribusi ke pemerintah setempat dan tentu kedepan retribusi pajak. Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat setempat, sungguh kami sudah memikirkan cara-cara yang kreatif, contoh masyarakat sekitar yang bekerja sebagai Nelayan, upaya meningkatkan pendapatan mereka dengan membeli hasil tangkapan mereka lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang sebelumnya," tutup Rasnius. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK