Konsumsi Delapan Makanan Ini Jaga Kesehatan Sistem Saraf
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Sistem saraf
mengatur hampir seluruh aktivitas
tubuh
manusia, mulai dari pergerakan, pengiriman
sinyal
rasa sakit, hingga pemrosesan informasi dalam otak. Masyarakat wajib menjaga fungsi sistem saraf tetap optimal agar tubuh selalu merespons berbagai rangsangan dengan cepat.
Asupan nutrisi memainkan peran sangat penting dalam melindungi sel saraf dari kerusakan akibat penuaan.
Memenuhi kebutuhan gizi dapat menekan risiko penurunan fungsi kognitif serta mencegah penyakit saraf degeneratif, seperti alzheimer dan demensia. Masyarakat bisa mengonsumsi delapan makanan berikut ini untuk menjaga kesehatan sistem saraf.
Baca Juga:
Waspada Makanan Pemicu Kanker Ginjal di Usia Muda
Ikan Salmon dan Sayur Bayam
Ikan salmon menyediakan asam lemak omega 3 yang membangun membran sel saraf serta mengurangi peradangan otak. Tubuh sangat membutuhkan asam lemak ini untuk mencegah kerusakan sel saraf lebih lanjut.
Sayur bayam mengandung folat dan magnesium yang sangat tinggi. Nutrisi ini membantu tubuh memproduksi senyawa kimia yang bertugas mengantarkan sinyal antar sel saraf.
Yogurt dan Biji Labu
Yogurt memiliki bakteri baik yang merawat mikrobioma usus manusia. Saluran pencernaan yang sehat memiliki hubungan langsung dengan stabilitas saraf dan kesehatan mental.
Biji labu mengandung mineral seng dan magnesium yang melimpah. Kandungan ini membuat proses pengiriman sinyal saraf di dalam tubuh menjadi jauh lebih efisien.
Gandum dan Kacang Lentil
Gandum utuh memberikan pasokan vitamin B yang saraf butuhkan. Vitamin ini menghasilkan energi stabil bagi sel saraf sekaligus membentuk jaringan saraf baru.
Kacang lentil menyuplai protein nabati dan zat besi bagi tubuh. Zat besi ini membawa pasokan oksigen yang sangat otak perlukan untuk menjalankan fungsinya.
Baca Juga:
6 Makanan Khas Sintang yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner Anda
Blueberry dan Cokelat Hitam
Blueberry melawan stres oksidatif pada sel otak melalui kandungan senyawa antosianin. Antioksidan ini membuat daya ingat manusia tetap tajam meskipun usia terus bertambah.
Cokelat hitam memiliki antioksidan jenis flavonoid. Senyawa ini berfungsi menurunkan risiko peradangan serta menjaga otak dari kerusakan kognitif.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.