Konvensi Media Massa HPN 2026 Soroti Tantangan AI dan Ekosistem Digital
Faktakalbar.id, SERANG
– Puncak peringatan
Hari Pers Nasional (HPN)
2026 di Provinsi Banten akan diwarnai dengan agenda strategis Konvensi Nasional Media Massa.
Dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (8/2/2026), forum ini mengangkat tema
krusial
mengenai persinggungan pers dengan teknologi kecerdasan buatan.
Bertempat di Aston Serang Hotel, diskusi ini mengusung tajuk utama "Pers,
AI
, dan Transformasi
Digital
: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik".
Isu ini dinilai sangat relevan mengingat pesatnya perubahan lanskap media akibat disrupsi teknologi yang menuntut adaptasi cepat dari industri pers.
Baca Juga:
Dirut Bank Kalbar Dukung Hari Pers Nasional 2025
Sejumlah pemangku kepentingan utama dijadwalkan hadir dalam perhelatan ini.
Di antaranya Menteri Komunikasi dan
Digital
Meutya Hafid, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Wakil Menteri Komunikasi dan
Digital
Nezar Patria, serta tuan rumah Gubernur Banten Andra Soni.
Sesi diskusi panel akan dipandu oleh Direktur Eksekutif AMSI, Elin Y Kristanti, sebagai moderator.
Forum ini menghadirkan narasumber lintas sektoral untuk membedah tantangan jurnalisme masa depan.
Para pembicara tersebut antara lain Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas Nuzula Anggeraini, Ketua Komisi
Digital
dan
Sustainability
Dewan Pers Dahlan Dahi, serta Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan
Platform Digital
Suprapto Sastro Atmojo.
Selain itu, hadir pula Ketua Bidang Penyiaran, Media Baru dan Tata Kelola
Digital
MASTEL Neil Tobing, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo, dan
Google News Partner Manager
Yos Kusuma.
Bagi masyarakat pers maupun publik yang tidak bisa hadir secara fisik, panitia menyediakan akses daring.
Acara ini akan disiarkan melalui
live stream
di kanal YouTube Ditjen KPM dan YouTube Dewan Pers mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.
Baca Juga:
Riau Siap Sambut HPN 2025: Menguatkan Peran Pers di Era Digital
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.