faktakalbar

Korea Selatan dan Kanada Minat Bangun Nuklir di Indonesia

Penulis: Redaksi Saturday, 24 January 2026 📖 1 menit
Korea Selatan dan Kanada Minat Bangun Nuklir di Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah Indonesia menerima tawaran dari berbagai negara untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN ). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Korea Selatan (Korsel) dan Kanada menyusul Rusia dalam menyatakan minat investasi. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa vendor teknologi dari kedua negara itu telah menghubungi pemerintah secara intensif. “Jadi ini salah satunya, ini kan yang dari kunjungan Presiden kemarin kan salah satunya Rusia yang menawarkan. Ya kemudian ada vendor teknologi, ada Korea juga sudah menghubungi, Kanada juga sudah menghubungi,” kata Yuliot di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Baca Juga:  Ambisi Vs Trauma: Jepang Nekat Hidupkan ‘Raksasa Nuklir’ Kashiwazaki-Kariwa Meski Diprotes Warga Pemerintah Seleksi Ketat Yuliot menegaskan bahwa pemerintah belum menunjuk mitra resmi untuk proyek ini. Saat ini, pemerintah fokus menyelesaikan aturan hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres) tentang PLTN. Pemerintah akan memulai seleksi mitra setelah regulasi tersebut terbit dan mendapatkan persetujuan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Yuliot memastikan tim seleksi akan menerapkan standar tinggi dalam memilih investor. “Itu nanti kita akan melihat dari sisi pembangunan PLTN-nya, mana yang lebih efisien, kompetitif dan juga ini kita melihat dari sisi output. Jadi nanti kita akan memilih dari sisi besaran investasi, output dan juga ini efisiensi,” tambahnya. Incar Listrik Murah Pemerintah membuka peluang bagi teknologi reaktor skala kecil ( Small Modular Reactor /SMR) maupun skala besar. Yuliot menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah mendapatkan harga listrik yang paling murah bagi PT PLN (Persero). Baca Juga:  Kim Jong Un Pamer Kekuatan Nuklir, Pimpin Langsung Uji Coba Rudal Jelajah Strategis “Jadi yang kita harapkan dengan adanya PLTN, harga HPP yang dijual ke PLN atau dibeli oleh PLN bisa lebih bersaing,” tandasnya. Sebagai catatan, Indonesia menargetkan PLTN berkapasitas 500 Mega Watt (MW) mulai beroperasi pada tahun 2034 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK