Kota Bekasi Terapkan Sensor EWS Pantau Banjir
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Pemerintah Kota
Bekasi
memperkuat mitigasi bencana banjir melalui pengembangan teknologi
Sistem Peringatan Dini
. Sistem ini memantau kondisi hidrologi secara langsung dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah rawan banjir. Petugas mengecek perangkat tersebut di
Bendung Prisdo
pada Jumat (6/3/2026).
Pengembangan sistem peringatan dini mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi canggih. Perangkat ini meliputi sensor tinggi muka air, sensor curah hujan, kamera pemantau, sistem dasbor visualisasi data, dan sirine peringatan.
Mesin beroperasi secara otomatis tanpa memerlukan operator. Sistem mendistribusikan data secara cepat dan presisi kepada petugas.
Baca Juga:
Sempat Rendam 967 Rumah Warga, Banjir di Pasuruan Kini Berangsur Surut
Petugas menempatkan sensor di sejumlah titik strategis dari wilayah hulu hingga hilir sungai.
Lokasi pemasangan mencakup kawasan hulu Sungai Cileungsi di Cibongas, segmen tengah Sungai Cileungsi, dan titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas. Petugas juga memasang alat di Bendung Prisdo dan Sungai Cikeas di Gunung Putri.
Pemilihan lokasi ini sangat memengaruhi volume aliran air yang mengarah ke permukiman warga.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, selaku pemegang kebijakan utama di wilayah tersebut menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) atas dukungan pemasangan alat mitigasi ini.
Tri Adhianto Tjahyono menilai sistem peringatan dini membantu masyarakat merespons potensi datangnya air lebih cepat.
"Sistem peringatan dini tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air, Terima kasih BNPB kami sangat apresiasi," ujar Tri.
Tri menambahkan bahwa pengalaman banjir besar pada tahun 2025 menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bekasi. Peristiwa banjir menghentikan aktivitas warga dan melumpuhkan kota hampir dua hari.
"Dengan teknologi tersebut, pemerintah dapat memperkirakan waktu kedatangan aliran air di titik-titik tertentu secara lebih akurat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat waktu," tambah Tri.
Testimoni Warga Terdampak
Warga Pondok Gede Permai, Eko Santoso, merespons positif keberadaan perangkat peringatan dini ini. Eko Santoso menyebut alat ini membantu warga bersiap mengamankan diri dan harta benda sebelum air datang.
Baca Juga:
Dua Warga Meninggal dan Dua Hilang Akibat Banjir Lahar di Kabupaten Magelang
"Sirine pertama kali berbunyi sempat menimbulkan kepanikan karena warga belum terbiasa dengan sistem tersebut. Namun, sirine tersebut sebenarnya menjadi tanda adanya potensi kenaikan debit air kiriman dari wilayah hulu, sehingga warga dapat segera bersiap mengamankan barang berharga dan kendaraan ke tempat yang lebih aman," ujar Eko.
Eko Santoso mengingatkan semua pihak agar rutin merawat alat tersebut. Langkah perawatan meliputi kalibrasi sensor dan pembersihan perangkat agar alat membaca data secara akurat.
(*Sr)
Tag:
#ews banjir kota bekasi
#sensor awlr bekasi
#mitigasi bencana banjir
#sirine peringatan dini
#teknologi pemantau sungai
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.