faktakalbar

Kota Pontianak Urutan Teratas Kota Paling Berpolusi di Indonesia

Penulis: Redaksi Wednesday, 16 August 2023 📖 3 menit
Kota Pontianak Urutan Teratas Kota Paling Berpolusi di Indonesia
*Akibat Dampak Asap,Walikota Terapkan Pembelajaran Online Pontianak- Ibu Kota Kalimantan Barat, Pontianak menempati urutan teratas sebagai kota paling berpolusi di Indonesia. Kualitas udara di Pontianak juga masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara (air quality index/AQI) di Pontianak berada di level 187 AQI US pada Selasa pukul 06.00 WIB. Laporan itu menyebutkan polutan utama udara di Pontianak yakni Particulate Matter (PM) 2.5. Ini merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikron (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM 2.5 menggunakan metode penyinaran Beta dengan satuan mikrogram per meter kubik. Seperti dilansir Fakta Kalbar daari cnn, situs IQAir menyatakan konsentrasi PM 2.5 di Pontianak mencapai 125,5 µg/m³. Jumlah ini 25,1 kali lipat di atas ambang panduan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) Dilaporkan, cuaca di Pontianak berkabut dengan suhu 21 derajat Celsius dan tingkat kelembaban mencapai 94 persen. Angin di Pontianak sekitar 3,7 km per jam dan tekanan udara 1.011 milibar (mb). Buruknya kualitas udara Kota Pontianak ini karena terdampak dari asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kabupaten tetangga. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah resmi mengeluarkan kebijakan untuk pembelajaran online dari rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP sebagaimana tertuang dalam surat edaran nomor 421/4572/DIKBUD tanggal 15 Agustus 2023 yang ditandatangani oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Kebijakan ini dikeluarkan lantaran kualitas udara di Kota Pontianak masuk kategori tidak sehat. Wali Kota Edi  Kamtono menjelaskan, pembelajaran secara online bagi siswa TK hingga SMP terhitung mulai Rabu tanggal 16 Agustus 2023 sampai dengan adanya pemberitahuan selanjutnya. Para siswa tetap menjalani pembelajaran tetapi tidak secara tatap muka di kelas, melainkan secara online dari rumah. "Kita minta para orang tua mengawasi anak-anaknya untuk mengikuti pembelajaran dari rumah, tidak keluar rumah dan mengenakan masker selama beraktivitas di luar rumah," ujarnya, Selasa (15/8). Selama proses belajar mengajar secara online, lanjut Edi, pelaksanaannya akan diawasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak. Oleh sebab itu, kepala sekolah dan guru diminta untuk melaksanakan kebijakan ini agar proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Kita harapkan meskipun siswa tidak hadir di sekolah, tetapi proses belajar mengajar tetap berjalan secara online," katanya. Berdasarkan update laporan kualitas udara beberapa hari terakhir dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) serta data dari Analisis Prospek Cuaca Kalbar BMKG Supadio Pontianak, bahwa kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Kota Tangerang dan Tangerang Selatan di Provinsi Banten juga masih masuk dalam daftar lima besar kota dengan udara terburuk. Indeks kualitas udara masing-masing di kota itu yakni 187 AQI US dan 180 AQI US. Sementara, kualitas udara Jakarta juga masih berstatus tidak sehat. Indeks kualitas udara di Jakarta berada pada level 170 AQI US. Polutan utama udara di Jakarta juga PM 2.5 dengan konsentrasi mencapai 92µg/m³. Sebelumnya, Profesor Meteorologi dan Klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian mengungkap salah satu penyebab polusi udara yang kian pekat belakangan terkait dengan fenomenan El Nino. "Betul [ada kaitannya dengan El Nino]. Jadi biasanya karena berhubungan dengan kebakaran hutan," kata dia beberapa waktu lalu. "Kalau di Jakarta karena musim kemarau banyak ladang-ladang yang dibakar jadi banyak asap yang mengambang," imbuhnya. El Nino merupakan fenomena pemanasan muka air laut di Samudera Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan global, termasuk di Indonesia. Kondisi itu diperparah dengan hujan yang jarang terjadi di suatu wilayah sehingga tidak ada wet deposition alias proses penting menghilangkan gas dan partikel dari atmosfer."Karena tidak hujan, jadi dia banyak sekali polutan yang beredar di atmosfer," ucapnya.(rfk/ind)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK