faktakalbar

KPK Apresiasi Pemkot Pontianak Cetak Penyuluh Antikorupsi di Tiap OPD

Penulis: Redaksi Tuesday, 14 October 2025 📖 2 menit
KPK Apresiasi Pemkot Pontianak Cetak Penyuluh Antikorupsi di Tiap OPD
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kota ( Pemkot ) Pontianak yang mendorong pembentukan penyuluh antikorupsi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Upaya ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Baca Juga: Pontianak Raih Peringkat Kedua Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Dalam acara "Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi dan Gratifikasi bagi ASN" di Aula SSA Kantor Wali Kota, Selasa (14/10/2025), Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam pelayanan publik di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat. “Berbicara soal integritas bukan hanya slogan, tetapi komitmen yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. ASN harus bekerja ikhlas, beretika, dan tidak mencari keuntungan pribadi atau kelompok,” ujarnya. Edi Kamtono juga menyoroti keluhan masyarakat terkait layanan yang lambat dan berbiaya tinggi. Menurutnya, hal ini bukan hanya masalah sistem, tetapi juga cerminan dari perilaku ASN yang perlu diperbaiki melalui disiplin dan kepatuhan pada aturan. “Kalau bisa cepat, kenapa harus lama? Kunci integritas adalah disiplin dan tegak lurus pada aturan. Kalau ada hal yang belum jelas, ASN harus proaktif mencari solusi, bukan diam, integritas berarti melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat. Jadikan semangat ini budaya kerja agar pelayanan publik semakin dipercaya” tegasnya. Edukasi Antikorupsi dari PAUD hingga Lansia Koordinator Pemberdayaan Penyuluh Antikorupsi KPK, Nurtjahyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi nasional untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi di semua lapisan masyarakat. Menurutnya, korupsi kini tidak hanya menjangkiti pejabat senior, tetapi juga generasi muda. “Kami punya Direktorat Jaringan Pendidikan yang mengedukasi masyarakat dari PAUD sampai lansia, dari PAUD sampai maut. Di kampus pun sudah ada materi antikorupsi,” ujarnya. Ia menambahkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih rendah menjadi alasan mengapa edukasi antikorupsi harus digencarkan. Baca Juga: Pemkot Pontianak bersama KPK RI Gelar Bimtek Dunia Usaha Antikorupsi Kehadiran penyuluh antikorupsi Pemkot Pontianak diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Karena itu, edukasi antikorupsi penting bagi semua lapisan masyarakat. Kami berharap Pontianak bisa menjadi contoh kota yang menerapkan nilai-nilai antikorupsi secara luas,” tuturnya. Komitmen Inspektorat Kota Pontianak Inspektur Kota Pontianak, Yaya Maulida, menyambut baik pembinaan langsung dari KPK. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat peran ASN sebagai agen integritas dan menjadi bagian dari gerakan pemberantasan korupsi. “Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih kepada Pak Nurtjahyadi dan tim KPK yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kami,” sampainya. Yaya berharap, ke depan akan semakin banyak penyuluh antikorupsi Pemkot Pontianak yang lahir, terutama dari OPD yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi teladan dalam pencegahan korupsi. “OPD yang berinteraksi langsung dengan warga perlu menjadi fokus agar bisa memperkuat integritas dan menjadi penyuluh antikorupsi di masa mendatang,” tutupnya. Baca Juga: Sekda Amirullah Minta ASN Pontianak Tak Tunda Pengisian Survei SPI KPK (*Red/Kominfo/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK