faktakalbar

KPK Bongkar Borok Kasus Korupsi Petral: Broker 'Hantu' Bikin Negara Rugi Jutaan Dolar AS

Penulis: Redaksi Friday, 21 November 2025 📖 2 menit
KPK Bongkar Borok Kasus Korupsi Petral: Broker 'Hantu' Bikin Negara Rugi Jutaan Dolar AS
Faktakalbar.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) akhirnya secara terang-terangan mengungkap penyebab utama di balik kerugian negara dalam skandal raksasa di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Lembaga antirasuah tersebut menyebut bahwa biang kerok yang membuat negara tekor hingga jutaan dolar Amerika Serikat adalah keberadaan pihak ketiga atau broker "hantu" dalam proses impor minyak. Baca Juga: Biaya Mahal tapi Fasilitas Buruk, KPK Endus Dugaan Korupsi BPKH Terkait Layanan Haji Praktik curang ini sengaja diciptakan untuk membuat rantai pasokan menjadi panjang dan tidak efisien. Akibatnya, harga minyak yang harus dibayar oleh Indonesia menjadi jauh lebih mahal dari harga pasar yang seharusnya. Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Petral, sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), sejatinya memiliki akses untuk membeli minyak mentah langsung dari perusahaan minyak nasional ( National Oil Company /NOC) negara-negara produsen. Namun, jalur pintas yang efisien itu sengaja ditutup demi keuntungan segelintir pihak dalam kasus korupsi Petral ini. "Jadi dari national oil company-nya Indonesia kemudian ke national oil company-nya si penghasil minyak, seperti ini. Nah, tetapi di dalam perjalannya, justru ini (keberadaan broker) memperpanjang rantai distribusi," kata Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025). Kehadiran broker dalam setiap transaksi inilah yang menjadi sumber masalah utama. Mereka diduga menyamar seolah-olah menjadi perwakilan resmi dari Pertamina atau Petral. Padahal, peran mereka hanyalah menyisipkan fee atau komisi ilegal yang menyebabkan harga beli minyak mentah melambung tinggi. Asep menegaskan bahwa para broker ini sama sekali tidak memberikan nilai tambah apa pun dalam rantai distribusi, selain membebani keuangan negara. Guna membongkar praktik lancung ini hingga ke akarnya, KPK menyadari tidak bisa bekerja sendirian. Asep menyatakan bahwa pihaknya akan menggandeng lembaga antikorupsi dari negara-negara lain, terutama negara produsen minyak yang tercatat pernah bertransaksi dengan Petral. Baca Juga: KPK Bakal Punya ‘Mata dan Telinga’ Baru, Setyo Budiyanto: Akan Banyak yang Ditangkap! Langkah investigasi lintas negara ini dinilai krusial untuk memverifikasi fakta transaksi. KPK ingin memastikan apakah transaksi yang tercatat benar-benar terjadi secara langsung antara Pertamina dan NOC negara lain, atau hanya rekayasa dokumen semata untuk menutupi peran broker dalam kasus korupsi Petral. "Untuk melihat apakah trading antara Indonesia yang diwakili oleh Pertamina dalam hal ini Petral itu langsung dengan NOC negara tersebut atau enggak," ujar Asep. Penyelidikan ini akan menyasar konfirmasi ke sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia untuk memastikan kebenaran alur transaksi yang terjadi di masa lalu. "Misalkan, tadi, ya, apakah langsung dengan Petronas atau tidak? Atau ternyata itu hanya, itu hanya dokumen saja. Apakah langsung, misalkan, dengan Arab misalkan dengan Aramco atau tidak. Nah seperti itu. Nah nanti kita akan kerja sama tentunya dengan beberapa, karena minyak itu tidak hanya dari negara-negara yang tadi disebutkan. Tentu juga dari negara-negara penghasil minyak ya," lanjutnya. Pada kesempatan terpisah, Ketua KPK Setyo Budiyanto juga sempat menyinggung skala kerugian akibat skandal ini. Ia menyebut angka kerugian negara dalam kasus ini sangat fantastis, mencapai jutaan Dolar Amerika Serikat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK