faktakalbar

KPU Boyong Lima Pakar Kebijakan Publik dan Ekonomi untuk Panelis Debat Cagub-Cawagub Kalbar

Penulis: Redaksi Wednesday, 23 October 2024 📖 1 menit
KPU Boyong Lima Pakar Kebijakan Publik dan Ekonomi untuk Panelis Debat Cagub-Cawagub Kalbar
PONTIANAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat memboyong lima panelis yang akan menyiapkan dan memberikan pertanyaan kepada para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimatan Barat saat debat pertama yang digelar, Rabu (23/10/2024). Debat pertama ini akan menampilkan lima orang panelis, yakni: Dr. Meiran Panggabean, S.E., M.Si. (Akademisi Ekonomi Kependudukan Univesitas Tanjungpura Pontianak). Dr. Erni Panca Kurniasih, S.E., M.Si. (Akademisi Ekonomi Makro dan Regional Universitas Tanjungpura Pontianak). Dr. Yarlina Yacoub, S.E., M.Si. (Akademisi Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Daerah Universitas Tanjungpura Pontianak). Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A. (Akademisi Agama dan Lintas Budaya Institut Agama Islam Negeri Pontianak). Prof. Dr. Martoyo, M.A. (Akademisi Administrasi Publik/Kebijakan Publik Universitas Tanjungpura Pontianak). Komisioner KPU Kalbar, Kartono Nuriyadi mengatakan para panelis yang dipilih dinilai sangat sesuai untuk mengulas lebih jauh visi, misi, dan program para pasangan calon mengenai kesejahteraan masyarakat. “Untuk debat yang pertama ini akan lebih banyak ke kesejahteraan masyarakat, maka bisa dilihat bahwa banyak yang adalah pakar kebijakan publik, kemudian pakar ekonomi regional. Selain itu, salah satu panelis juga punya spesifikasi tentang ekonomi regional,” ungkapnya, Selasa (22/10/2024). Pemilihan para akademisi ini menurut Kartono akan pemberian pertanyaan sangat baik mengingat mereka merupakan pakar yang juga memiliki segudang pengalaman lapangan di luar kegiatan mereka sebagai pengajar. “Kami kira dengan mengambil akademisi, beliau ini kan ASN pasti potensi keberpihakannya relatif lebih kecil daripada yang lain. Bukan ingin meniadakan yang lain, tapi memang pilihan yang paling aman adalah kita mengambil pakar yang berasal dari akademisi,” tambahnya. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK