faktakalbar

Kronologi Penemuan Jenazah Aktivis Vian Ruma di Nagekeo, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian

Penulis: Redaksi Friday, 12 September 2025 📖 1 menit
Kronologi Penemuan Jenazah Aktivis Vian Ruma di Nagekeo, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian
Faktakalbar.id, NAGEKO - Aparat kepolisian di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, masih menyelidiki penyebab kematian seorang guru dan aktivis lingkungan, Rudolfus Oktavianus Ruma (30), yang akrab disapa Vian. Jenazahnya ditemukan di sebuah pondok bambu dekat Pantai Sikusama pada Jumat (5/9/2025). Baca Juga:   Keluarga Minta Keadilan: Kejanggalan di Balik Kematian Aktivis Vian Ruma di Nagekeo Kapolres Nagekeo, Rachmad Muchamad Salihi , menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. "Kami belum bisa pastikan," ujarnya singkat. Berdasarkan keterangan keluarga, Vian terakhir kali meminta izin dari sekolahnya, SMPN 1 Nangaroro , pada Selasa (2/9/2025). Ia berencana menghadiri kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) yang berlangsung hingga Minggu (7/9/2025). Namun, Vian tidak pernah sampai di lokasi acara dan keberadaannya tidak diketahui. Ia baru ditemukan tiga hari kemudian dalam kondisi sudah meninggal oleh seorang sopir truk yang mencium bau tidak sedap dari arah pondok. Saat ditemukan, posisi leher Vian terjerat tali sepatu, namun kakinya menyentuh lantai dengan lutut sedikit tertekuk. Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang-barang milik korban seperti tas, telepon genggam, helm, serta sepeda motor yang terparkir di depan gubuk. Pihak keluarga telah memakamkan jenazah, namun berencana mengajukan ekshumasi untuk autopsi lebih lanjut guna membantu proses penyidikan kepolisian, menyusul adanya dugaan kejanggalan dalam kematian Vian. Baca Juga:   Dikenal Vokal Tolak Geotermal, Kematian Aktivis Lingkungan Vian Ruma Dianggap Tak Wajar (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK