faktakalbar

Kualitas Udara di Pontianak Semakin Memburuk, Warga Terpaksa Menggunakan Masker saat di Luar Rumah

Penulis: Redaksi Friday, 23 January 2026 📖 2 menit
Kualitas Udara di Pontianak Semakin Memburuk, Warga Terpaksa Menggunakan Masker saat di Luar Rumah
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membawa kabut asap di kota Pontianak dan sekitarnya kondisi udara yang pekat ini berlangsung mulai dari jam sembilan malam hingga dini hari. Berdasarkan pantauan Faktakalbar , kondisi kabut asap di sekitar Kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya semakin mengkhawatirkan akibat kebakaran lahan di beberapa kabupaten dan kota sekitarnya. Hal ini berkontribusi pada buruknya kualitas udara dan mempersulit masyarakat mendapatkan pasokan udara yang sehat serta mempengaruhi kesehatan serta kenyamanan saat berkendara. Baca Juga:  Antisipasi Karhutla, Satpol PP dan BPBD Ketapang Gelar Latihan Gabungan Dampak kabut asap sangat terasa di beberapa kawasan pinggiran Pontianak, seperti Jalan Ahmad Yani II, Jalan Rasau Jaya, dan daerah Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, saat dikonfirmasi terkait imbauan maupun langkah khusus Pemerintah Kota Pontianak dalam menyikapi memburuknya kualitas udara ini, belum memberikan jawaban, Kamis (22/1/2026). Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan Pontianak dan sekitarnya memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) . Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pontianak mulai banyak menangani pasien dengan keluhan tersebut. Paparan asap karhutla ini berpotensi menurunkan kualitas udara secara signifikan, sehingga menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan. Sebelumnya, berdasarkan pantauan langsung Faktakalbar di RSUD dr. Soedarso, Neli (15), siswi SMA Negeri 1 Pontianak, tampak tergopoh-gopoh diantar kedua orang tuanya ke UGD. Iwan, ayah Neli, mengatakan, sejak pembakaean lahan debu dan asapnya mempengaruhi kondisi kesehatan anaknya. "Anak saya mulai terlihat alergi terhadap debu dan asap dari pembakaran lahan sejak kemarin. Di mana anak saya awalnya mengalami batuk-batuk, namun hari ini kondisinya semakin parah. Kedua matanya membengkak, napasnya tersengal-sengal, dan badannya panas tinggi, sehingga kami segera melarikannya ke rumah sakit," jelasnya, Rabu (21/1/2026). Sementara itu, Fadilah (6) juga terlihat dibawa ibunya ke RSUD karena mengalami sesak napas. "Iya, anak saya tadi pagi bangun tidur kesulitan bernapas. Penyebabnya hidung dan tenggorokannya dipenuhi lendir sehingga menangis terus-menerus," ujar Fatimah, orang tua Fadilah, Rabu (21/1/2026). Penanganan pertama yang dilakukan paramedis terhadap Neli adalah pemberian oksigen dan nebulizer , yang bertujuan untuk meredakan peradangan saluran pernapasan di tenggorokan dan hidung. Baca Juga:  Kabut Asap Selimuti Pontianak, Anak-anak dan Lansia Mulai Terserang ISPA (Wawan)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK