Kulit Gatal dan Meradang? Waspada 5 Penyebab Utama Dermatitis Ini
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Dermatitis
adalah istilah umum yang menggambarkan peradangan pada kulit.
Kondisi ini tidak menular, namun bisa sangat mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri penderitanya.
Gejala yang muncul biasanya berupa ruam merah, kulit kering, rasa gatal yang hebat, hingga kulit melepuh atau mengelupas.
Banyak orang mengira dermatitis hanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan, padahal pemicunya sangat kompleks dan beragam.
Baca Juga:
Stop Sekarang! Ini 5 Bahaya Fatal Mencuci Piring dengan Deterjen Pakaian
Memahami akar masalahnya adalah langkah pertama untuk penyembuhan yang efektif.
Berikut adalah 5 penyebab dan pemicu utama dermatitis yang perlu Anda ketahui:
1. Kontak dengan Bahan Iritan (Dermatitis Kontak Iritan)
Ini adalah penyebab paling umum yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga.
Dermatitis jenis ini terjadi ketika lapisan pelindung kulit rusak akibat paparan zat kimia keras secara langsung tanpa perlindungan.
Bahan-bahan yang sering menjadi tersangka utama meliputi deterjen pakaian, sabun cuci piring, pembersih lantai, hingga disinfektan yang digunakan sehari-hari.
Selain itu, produk kebersihan diri seperti sampo atau sabun mandi dengan pH basa yang terlalu tinggi, serta pelarut industri seperti semen bagi pekerja bangunan, juga kerap menjadi biang kerok kerusakan lapisan kulit ini.
2. Reaksi Alergi (Dermatitis Kontak Alergi)
Berbeda dengan iritasi yang merusak kulit secara langsung, penyebab ini melibatkan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu atau alergen.
Reaksi mungkin tidak muncul seketika, tetapi bisa timbul 24 hingga 48 jam setelah kontak.
Beberapa pemicu alergi yang paling sering ditemukan di antaranya adalah logam nikel yang terdapat pada perhiasan imitasi atau kancing celana jeans, karet lateks pada sarung tangan atau pakaian elastis, hingga kandungan pengawet dan pewangi (fragrance) yang ada di dalam produk kosmetik atau perawatan kulit Anda.
3. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga (Dermatitis Atopik)
Jika Anda sering mengalami eksim atau dermatitis atopik sejak kecil, besar kemungkinan penyebab utamanya adalah faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga.
Orang dengan riwayat genetik ini biasanya memiliki kelainan bawaan pada fungsi
skin barrier
atau pelindung kulit.
Kondisi ini membuat kulit lebih sulit menahan kelembapan alaminya dan lebih mudah ditembus oleh bakteri maupun iritan dari luar.
Seringkali, kondisi kulit ini juga berkaitan erat dengan riwayat penyakit atopik lain dalam keluarga, seperti asma atau rinitis alergi (
hay fever
).
4. Stres dan Gangguan Emosional
Jangan remehkan pengaruh pikiran terhadap kesehatan kulit Anda, karena stres psikologis adalah pemicu kuat yang dapat memperparah dermatitis, terutama jenis neurodermatitis.
Saat Anda mengalami stres berat, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat memicu peradangan sistemik.
Hal ini membuat kulit menjadi jauh lebih sensitif, gatal, dan memperlambat proses penyembuhan luka akibat garukan.
Tanpa pengelolaan stres yang baik, penderita sering kali terjebak dalam siklus "gatal-garuk-stres" yang tak berujung dan semakin merusak kulit.
5. Faktor Lingkungan dan Cuaca
Kondisi lingkungan tempat tinggal juga memegang peran vital sebagai penyebab kambuhnya dermatitis, karena kulit penderita biasanya sangat
reaktif
terhadap perubahan suhu dan kelembapan.
Udara yang terlalu dingin dan kering, misalnya di ruangan ber-AC, dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami dengan cepat sehingga menjadi pecah-pecah.
Sebaliknya, cuaca panas yang memicu keringat berlebih juga berbahaya karena keringat yang terperangkap di lipatan kulit seperti leher atau siku dapat memicu iritasi serta pertumbuhan jamur yang memperburuk kondisi kulit.
Dermatitis bukanlah penyakit tunggal dengan satu penyebab pasti.
Seringkali, kondisi ini adalah kombinasi dari kulit yang sensitif (genetik) yang bertemu dengan pemicu dari luar (iritan/alergen).
Jika Anda mengalami gejala dermatitis yang tak kunjung sembuh meski sudah menghindari pemicu di atas, segera konsultasikan dengan dokter kulit (SpKK) untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Seremonial, Singkawang ‘Hidupkan’ Warisan Budaya Lewat Pameran Visual dan Pentas Seni
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.