Momentum Langka, Robby 3 Wheels Terkesan Fenomena Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Peristiwa langka kulminasi matahari di
Tugu Khatulistiwa
Kota Pontianak menarik perhatian banyak pihak, termasuk konten kreator asal Swiss,
Robby 3 Wheels
, di tengah suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Senin (23/3/2026).
Baca Juga:
Pelarian Residivis Curanmor di Bengkayang Berakhir di Kamar Kos Pontianak
Fenomena alam ini, yang menyebabkan hilangnya bayangan objek karena matahari tepat berada di atas kawasan Tugu Khatulistiwa, diperingati sebagai momentum istimewa.
Robby mengungkapkan ketakjubannya atas pengalaman unik tersebut yang jarang ditemukan di negara lain.
Robby mengaku terkesan dengan fenomena ini dan menyebutnya sebagai pengalaman luar biasa.
"Ini pengalaman yang luar biasa. Saya belum pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya. Saat bayangan benar-benar hampir hilang, itu sangat menakjubkan,”
ungkap traveller yang mengendarai sepeda motor sespan itu.
Ia menilai peringatan kulminasi matahari memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara jika dikemas dengan menarik dan dipromosikan dengan tepat.
Baca Juga:
Tiga Kecelakaan Perairan Warnai Arus Mudik, SAR Pontianak Minta Pemudik Utamakan Keselamatan
"Saya yakin jika event ini terus dipromosikan secara luas, ini akan menjadi daya tarik bagi orang-orang di luar sana,”
tuturnya.
Peringatan ini juga disambut antusias oleh para siswa sekolah dasar yang turut hadir menyaksikan langsung.
Bersama Wali Kota Pontianak,
Edi Rusdi Kamtono
, dan tamu undangan, anak-anak tersebut mencoba mendirikan telur secara tegak. Kegembiraan terlihat dari mereka yang berhasil, sementara yang lain terus mencoba dengan penuh semangat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa peristiwa kulminasi pada 23 Maret 2026 merupakan bagian dari fenomena alam rutin di Pontianak yang terjadi antara tanggal 21-23 Maret.
Ia menekankan bahwa tahun ini menjadi momen yang istimewa karena bertepatan dengan bulan Syawal 1447 Hijriyah dan suasana lebaran.
Pemerintah Kota Pontianak menyatakan bahwa peringatan kulminasi matahari ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Maret dan September.
Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut adalah karakteristik alam Kota Pontianak yang telah ditetapkan untuk diperingati secara berkala.
Pemkot Pontianak terus berupaya untuk berinovasi dan kreatif dalam menghadirkan hal-hal baru terkait fenomena alam ini.
“Peristiwa ini menjadi ciri khas Kota Pontianak dan tidak ditemukan di daerah lain. Oleh karena itu, peringatannya akan terus dilaksanakan secara berulang setiap tahunnya,”
pungkas Edi Rusdi Kamtono.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.