Rahasia Tulang Kuat Sejak Muda: Dokter Ortopedi Ungkap Kunci Kalsium, D, dan Olahraga Ketahanan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kesehatan tulang adalah fondasi utama bagi mobilitas dan kualitas hidup hingga usia senja.
Sayangnya, perhatian terhadap tulang sering luput hingga terdiagnosis Osteoporosis, yang kerap disebut
silent disease
.
Kondisi ini umumnya baru terdeteksi setelah terjadi patah tulang, yang merupakan tanda kepadatan tulang telah menurun drastis.
Menurut dokter spesialis ortopedi, Aldico Sapardan, Sp.OT CF, Kunci Tulang Kuat harus dibangun sejak dini. Puncak massa tulang hanya tercapai di usia 20 hingga 30 tahun.
Setelah usia tersebut, kepadatan tulang akan menurun secara berangsur-angsur.
"Kepadatannya memang pasti akan menurun, tapi apa yang bisa kita lakukan supaya penurunannya lebih landai, tidak menurun tajam," kata dr. Aldico dalam acara diskusi media yang diadakan Bayer di Jakarta (23/10/2025).
Kesadaran untuk Mencegah Osteoporosis sebelum terlambat sangatlah penting.
Baca Juga:
Mitos atau Fakta: Pilates Sebabkan Saraf Kejepit? Ini Jawaban Dokter Spesialis Tulang Belakang
1. Prioritas Nutrisi: Penuhi Kalsium dan Vitamin D Harian
Langkah pertama yang paling krusial dalam membangun Tulang Kuat adalah memastikan asupan nutrisi seimbang.
Dr. Aldico menekankan bahwa Kalsium dan Vitamin D untuk Tulang harus mencukupi setiap hari.
Ia menjelaskan pentingnya asupan ini: "Jika kadar kalsium dan vitamin D tidak mencukupi, tubuh akan mengambil dari tulang agar kalsium naik. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk selalu mendapatkan dosis harian kalsium dan vitamin D yang cukup."
Faktanya, rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 25 persen dari kebutuhan kalsium harian.
Kebutuhan Kalsium Harian berkisar antara 1000 hingga 1200 mg per hari, tergantung usia dan kondisi (misalnya, ibu hamil atau menyusui). Kebutuhan vital ini dapat dipenuhi melalui:
Susu: Sekitar 4 gelas susu
full cream
.
Keju: 350 gram keju
cheddar
.
Sayuran: 2 kg brokoli.
Suplemen: Dapat menjadi alternatif jika asupan makanan tidak mencukupi.
Selain kalsium, tubuh juga memerlukan vitamin D, C, dan B6.
Dr. Aldico memperingatkan, "Vitamin itu harus beriringan, karena tanpa vitamin D, kalsiumnya tidak maksimal diserap tubuh."
2. Olahraga Spesifik: Latihan Beban untuk Tulang
Kunci Tulang Kuat tidak hanya dari nutrisi, tetapi juga dari aktivitas fisik yang tepat.
Baca Juga:
Cegah Stunting Sejak Dini: 5 Makanan Wajib untuk Remaja Perempuan
Dampak osteoporosis sangat serius; 40 persen penyintas patah tulang panggul kehilangan kemampuan berjalan sendiri, dan 60 persen masih membutuhkan bantuan setahun setelah cedera.
Melihat seriusnya dampak tersebut, Ade Rai, seorang
Fitness Practitioner
, menekankan pentingnya Latihan Beban untuk Tulang (
weight-bearing exercise
).
“Banyak orang berfokus pada olahraga kardio untuk menjaga kesehatan, tetapi sering melupakan latihan penguatan tulang. Padahal, tulang yang sehat menopang otot, menjaga keseimbangan, dan menyimpan mineral penting," kata Ade Rai di acara yang sama.
Latihan penguatan tulang, seperti latihan beban atau angkat beban ringan, dapat merangsang tulang untuk mempertahankan dan meningkatkan kepadatannya.
Penerapan gaya hidup aktif, olahraga teratur, serta pemenuhan Kalsium dan Vitamin D untuk Tulang adalah bentuk
self-care
yang paling efektif.
Mendukung kesehatan tulang masyarakat, Bayer melalui produk suplemen CDR, menghadirkan pemeriksaan kepadatan tulang gratis melalui acara CDR Bone Health Check.
"Sampai saat ini sudah ada lebih dari 30.000 orang di seluruh Indonesia yang melakukan pemeriksaan kepadatan tulang," kata Marketing Manager Nutritional Bayer Indonesia, Maharani Africia Saragih.
(*Drw)
Tag:
#Kunci Tulang Kuat
#Latihan Beban untuk Tulang
#Kalsium dan Vitamin D
#Mencegah Osteoporosis
#Ade Rai
#Aldico Sapardan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.