Laba Bersih DSNG Milik TP Rachmat Melonjak 52,32 Persen Capai Rp1,31 Triliun
Faktakalbar.id, JAKARTA
- Emiten sawit milik TP Rachmat,
PT Dharma Satya Nusantara
(DSNG), melaporkan lonjakan laba bersih signifikan pada kuartal III-2025.
Perusahaan mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,31 triliun, angka ini melonjak 52,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp860,54 miliar, Senin (27/10/25).
Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan penjualan yang mencapai Rp8,94 triliun.
Baca Juga:
Mengungkap 10 Raksasa Sawit Indonesia, Siapa Penguasa Produksi CPO Nasional?
Angka penjualan ini surplus 24,68 persen dari periode sama tahun lalu yang tercatat Rp7,17 triliun.
Seiring dengan peningkatan kinerja, laba per saham dasar dan dilusian juga melejit menjadi Rp124,24 dari sebelumnya Rp81,18.
Meski demikian, terjadi pembengkakan pada beban pokok penjualan menjadi Rp6,11 triliun dari posisi sama tahun sebelumnya Rp5,03 triliun.
Namun, perusahaan masih mampu mencatatkan laba kotor sebesar Rp2,83 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,14 triliun.
Laba operasi juga meroket 40,93 persen menjadi Rp2,1 triliun dari periode sama tahun lalu Rp1,49 triliun.
Kinerja ini turut didukung oleh pendapatan lainnya yang menanjak menjadi Rp28,27 miliar dari Rp10,46 miliar, serta laba dari penjualan aset tetap sebesar Rp900 juta dari Rp63 juta.
Dari sisi keuangan, biaya keuangan terkumpul menyusut menjadi Rp353,1 miliar dari Rp359,96 miliar.
Perusahaan juga mencatat bagian atas laba entitas asosiasi Rp78,75 miliar, menanjak dari Rp27,92 miliar, dan penyesuaian nilai wajar atas investasi pada entitas asosiasi Rp43,74 miliar dari nihil.
Baca Juga:
Diduga Curi Sawit, Mantan Kades di Landak Kabur Usai Kelabui Polisi
Secara keseluruhan, total ekuitas perusahaan terkumpul sebesar Rp10,95 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp9,89 triliun.
Jumlah liabilitas terkumpul mengalami pemangkasan menjadi Rp6,24 triliun dari akhir 2024 sebesar Rp7,51 triliun. Sementara total aset tercatat Rp17,2 triliun, mengalami sedikit penyusutan dari akhir tahun lalu Rp17,41 triliun.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.