faktakalbar

Lantik Direksi Baru Perumda Tirta Khatulistiwa, Edi Kamtono Targetkan Layanan 100 Persen dan Tekan Kebocoran

Penulis: Redaksi Tuesday, 02 December 2025 📖 2 menit
Lantik Direksi Baru Perumda Tirta Khatulistiwa, Edi Kamtono Targetkan Layanan 100 Persen dan Tekan Kebocoran
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, secara resmi melantik jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk periode 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Selasa (2/12/2025). Tiga nama yang dilantik setelah melalui proses seleksi panjang selama hampir empat bulan dan mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah Abdulallah sebagai Direktur Utama, Agus Darius sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan, serta Muhammad Zulhiyardi sebagai Direktur Pelayanan. Namun, posisi Direktur Teknik masih lowong. Baca Juga:  Wali Kota Pontianak Lantik Direksi Baru Perumda Tirta Khatulistiwa Periode 2025-2030 Edi menjelaskan bahwa calon yang diusulkan untuk posisi tersebut belum disetujui oleh Kemendagri karena dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi . Ultimatum Kinerja dan Target Besar Dalam arahannya, Edi Kamtono memberikan ultimatum tegas kepada jajaran direksi baru. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal dan profesionalisme. Target utama yang dibebankan adalah kepuasan masyarakat terhadap layanan air bersih, baik dari segi kelancaran, kejernihan, maupun tekanan air. "Capaian layanan pelanggan di Kota Pontianak saat ini sudah 91,7 persen. Saya targetkan bisa mencapai 100 persen. Ini memerlukan investasi besar," ujar Edi saat diwawancarai wartawan Selasa (2/11/2025). Selain itu, Edi juga menyoroti tingginya tingkat kebocoran air ( Non-Revenue Water ) yang masih berada di angka 30,4 persen. Ia meminta angka tersebut ditekan seminimal mungkin. Tantangan Infrastruktur Pipa Wali Kota mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah peremajaan infrastruktur pipa distribusi. Menurutnya, secara uji laboratorium, kualitas air produksi sebenarnya sudah layak minum. Namun, kualitas tersebut kerap menurun saat sampai ke rumah pelanggan akibat kondisi pipa distribusi yang sudah tua, sehingga air berpotensi mengandung bakteri E. coli atau menjadi keruh. "Kita baru mengganti pipa di kawasan Sungai Jawi dan Perdana. Ke depan penggantian dilakukan bertahap karena biayanya sangat besar, memerlukan dana lebih dari Rp 1 triliun," jelasnya. Terkait anggaran, Edi berharap Perumda Tirta Khatulistiwa ke depannya mampu mandiri secara finansial untuk membiayai investasi infrastrukturnya tanpa bergantung penuh pada penyertaan modal pemerintah daerah. Kerja Sama dengan Kubu Raya Menanggapi permintaan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait kerja sama suplai air bersih, Edi menyatakan keterbukaannya. Namun, ia memberikan syarat mutlak bahwa kebutuhan warga Kota Pontianak harus terpenuhi 100 persen terlebih dahulu sebelum melayani wilayah tetangga. "Prinsipnya boleh saja, warga Kubu Raya juga warga kita yang harus sehat. Tapi prioritas kita layani Kota Pontianak dulu sampai tuntas. Jika ada sisa proyeksi produksi, silakan," tegasnya. Edi menutup dengan peringatan keras bahwa seluruh direksi telah menandatangani perjanjian kinerja. "Kewenangan ada pada kita. Kalau kerjanya tidak becus dan target tidak tercapai, sewaktu-waktu bisa diberhentikan," pungkasnya. Baca Juga:  Rayakan HUT Pontianak, PDAM Tirta Khatulistiwa Serahkan Hadiah Gebyar Apresiasi Pelanggan

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK