Laporan Bencana BNPB: Karhutla Parigi Moutong hingga Banjir Demak Masih Dalam Penanganan
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) merilis data kejadian dan penanganan darurat terkait berbagai bencana alam di Indonesia pada periode akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Berdasarkan laporan bencana BNPB terbaru per Minggu (1/3/2026), peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, hingga banjir tercatat melanda sejumlah provinsi dan kini dalam proses penanganan intensif oleh pemerintah daerah.
Baca Juga:
30 Hektar Lahan Swasta Ludes, Karhutla Aceh Singkil Jadi Atensi BNPB
Di Provinsi Sulawesi Tengah, karhutla menghanguskan lahan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (28/2/2026) sore.
Titik api mulai terpantau sekitar pukul 16.00 WITA dan diperkirakan telah membakar lahan seluas dua hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong dibantu unsur kecamatan dan warga setempat langsung turun tangan.
Namun, akses yang sulit dilalui kendaraan membuat petugas harus berjalan kaki, sehingga beberapa titik api belum berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sementara penyebab pasti masih diselidiki pihak berwenang.
Dalam laporan bencana BNPB tersebut, dampak cuaca ekstrem juga tercatat memporak-porandakan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang pada Jumat (27/2/2026) petang mengakibatkan kerusakan infrastruktur di lima kecamatan, yakni Binjai Kota, Binjai Timur, Binjai Selatan, Binjai Utara, dan Binjai Barat.
Bencana ini berdampak pada 22 kepala keluarga. Kerugian material meliputi 22 rumah warga dengan rincian tiga unit rusak berat, 13 unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan. Satu fasilitas ibadah juga dilaporkan terdampak.
BPBD Kota Binjai saat ini terus melakukan asesmen, membersihkan pohon tumbang, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan layanan medis bagi warga terdampak.
Sementara itu di Pulau Jawa, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah masih bergelut dengan banjir yang terjadi sejak Senin (16/2/2026) lalu. Curah hujan tinggi dan luapan Sungai Cabean membuat genangan air masih merendam lima desa di Kecamatan Sayung dengan ketinggian 10 hingga 50 sentimeter hingga Minggu (1/3/2026) dini hari.
Baca Juga:
Rentetan Bencana Banjir dan Longsor Landa NTB hingga Jawa, Ini Laporan BNPB
Kondisi wilayah yang berbentuk cekungan serta tingginya pasang air laut (rob) membuat aliran air sulit surut menuju Sungai Dombo.
Untuk mengatasi hal ini, petugas gabungan dari Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir terus mengebut perbaikan tanggul jebol di Sungai Cabean yang progres penutupannya telah mencapai 70 hingga 80 persen.
Normalisasi saluran sekunder dan pembersihan sampah menggunakan alat berat juga terus dilakukan.
Menghadapi situasi cuaca yang sangat dinamis, BNPB secara resmi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada, menyiapkan perlengkapan darurat, dan terus memantau informasi peringatan dini dari pemerintah daerah guna meminimalisasi risiko keselamatan diri dan keluarga.
(*Red)
Tag:
#cuaca ekstrem
#banjir Demak
#Karhutla Parigi Moutong
#Laporan Bencana BNPB
#Angin Kencang Binjai
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.