faktakalbar

Laporan BPBD Kalbar: Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Kalbar, Singkawang Soroti Kasus DBD Tertinggi

Penulis: Redaksi Saturday, 29 November 2025 📖 1 menit
Laporan BPBD Kalbar: Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Kalbar, Singkawang Soroti Kasus DBD Tertinggi
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan perkembangan kondisi cuaca terkini. Berdasarkan data pemantauan selama 24 jam terakhir pada periode Jumat (28/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025), hujan tercatat mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Merujuk pada pengolahan data GSMAP, hujan dengan intensitas ringan (0–20 mm/hari) terjadi secara merata di hampir seluruh kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Kota Singkawang. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang (21–50 mm/hari) terdeteksi melanda sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Bengkayang, dan Sambas. Baca Juga:  Waspada DBD Singkawang, BPBD Ingatkan Potensi Hujan hingga Awal Desember Selain tingginya curah hujan, BPBD Kalbar juga masih mendeteksi adanya titik panas ( hotspot ). Tercatat terdapat empat titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat BMKG memprakirakan potensi hujan masih akan terjadi di wilayah Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan, mulai Sabtu (29/11/2025) hingga Jumat (05/12/2025). Dalam laporan harian tersebut, petugas piket Pusdalops, Hugo dan Surya Darman, juga menyertakan pantauan media massa terkait isu kesehatan, yakni tingginya kasus DBD di Singkawang yang menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca basah saat ini. Baca Juga:  Titik Panas Nihil, BPBD Kalbar Justru Bunyikan Alarm Siaga Hujan Lebat dan Longsor Sepekan ke Depan (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK