faktakalbar

Laut Sepi Saat Paceklik, Nelayan di Pelapis Jajaki Budidaya Ikan Air Tawar

Penulis: Redaksi Thursday, 23 October 2025 📖 2 menit
Laut Sepi Saat Paceklik, Nelayan di Pelapis Jajaki Budidaya Ikan Air Tawar
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Saat musim angin barat berakhir, laut di Desa Pelapis, Kayong Utara, berubah sunyi. Nelayan yang biasanya bergantung pada hasil tangkapan ikan teri kini harus menunggu musim berikutnya tiba. Namun, mereka kini memiliki harapan baru di darat melalui program budidaya ikan air tawar yang digagas oleh PT Dharma Inti Bersama ( DIB ). Baca Juga: DKP Kalbar Latih Nelayan Singkawang Teknik Laminasi Kapal Ikan Program ini diinisiasi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di saat paceklik ikan. Langkah nyata yang dijalankan adalah program budidaya ikan serta pelatihan pengolahan hasil perikanan yang menyasar para istri nelayan. Sejak dua bulan lalu, PT DIB telah membangun empat unit kolam budidaya di Desa Pelapis yang tersebar di tiga dusun (Kelawar, Jaya, dan Raya). Target total pembangunan akan mencapai enam unit kolam. Sebanyak 38 nelayan dari ketiga dusun tersebut telah mengikuti pelatihan budidaya aquaponik, yaitu sistem yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman tanaman dalam satu siklus air. Para peserta diajarkan teknik dasar pembesaran ikan air tawar, pemeliharaan kualitas air, hingga manajemen pakan. Tenaga Ahli Perikanan, Didin Komarudin, mengakui bahwa awalnya para nelayan sempat ragu karena budidaya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding menangkap ikan di laut. “Sebelumnya para nelayan masih ragu karena budidaya membutuhkan waktu lebih lama dibanding menangkap ikan di laut. Namun banyak juga yang mulai tertarik karena melihat potensi tambahan penghasilan,” kata Didin, yang juga Dosen FPIK Institut Pertanian Bogor (IPB). Tak hanya para nelayan pria, sebanyak 73 ibu-ibu di Desa Pelapis juga mendapat pelatihan pengolahan ikan. Mereka diajarkan membuat bakso dan nugget, produk olahan yang diharapkan bisa dijual sepanjang tahun dan menambah penghasilan keluarga. Baca Juga: Kapal Nelayan di Kayong Utara Ludes Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTK External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, mengatakan bahwa sebagai perusahaan yang beroperasi dekat dengan komunitas, pihaknya memahami ketergantungan nelayan pada kondisi alam yang dinamis. “Karena itu, PT Dharma Inti Bersama berkomitmen untuk hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat. Melalui program budidaya ikan air tawar dan pelatihan pengolahan hasil perikanan, kami ingin memastikan bahwa para nelayan dan keluarganya tetap memiliki sumber pendapatan, bahkan di luar musim tangkap ikan teri,” ujar Seno. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat dan prinsip keberlanjutan lingkungan. “Kami percaya, adaptasi terhadap perubahan alam harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan partisipatif. Karena itu, kami menggandeng akademisi serta pemerintah daerah agar program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir,” tegasnya. Dalam jangka pendek, program ini diharapkan menjadi alternatif penghasilan tambahan. Namun, dalam jangka panjang, inisiatif ini ditujukan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. Tentang PT Dharma Inti Bersama PT Dharma Inti Bersama (DIB) merupakan perusahaan yang mengoperasikan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. KIPP merupakan pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit dengan teknologi Bayer untuk produksi alumina dan teknologi Hall-Heroult untuk produksi aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan. Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, DKP Kalbar Latih Nelayan Teknik Laminasi Kapal (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK