Lawan Serangan Siber, Anthropic Rilis Project Glasswing
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Perusahaan
kecerdasan buatan terkemuka,
Anthropic
, secara resmi meluncurkan
Project Glasswing
sebagai upaya untuk membentengi dunia digital dari ancaman siber berbasis AI.
Inovasi ini hadir dengan konsep unik, yakni menggunakan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan itu sendiri untuk menangkal serangan yang juga menggunakan AI.
Anthropic menggandeng sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Google, Microsoft, Apple, hingga Amazon Web Services untuk menyukseskan proyek ini.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan: Segini Pasokan Air yang Dihabiskan Saat Kita Memakai Kecerdasan Buatan
Kolaborasi lintas industri ini bertujuan mengamankan infrastruktur perangkat lunak krusial yang menjadi fondasi layanan digital global saat ini.
Gunakan Model AI Paling Canggih
Dalam menjalankan misi ini, para mitra menggunakan model AI terbaru milik Anthropic bernama Claude Mythos Preview. Model ini secara aktif mendeteksi dan memperbaiki celah keamanan pada sistem operasi maupun peramban web.
Kemampuannya dalam memahami kode pemrograman yang rumit memungkinkan AI untuk menemukan kerentanan yang bahkan belum diketahui oleh manusia.
Berdasarkan data internal perusahaan, Claude Mythos Preview telah berhasil menemukan ribuan kerentanan sistem, termasuk celah
zero-day
yang sangat berbahaya.
Keunggulan ini menjadikan model tersebut sebagai salah satu alat pertahanan siber paling efektif untuk tugas-tugas berbasis pemrograman yang kompleks atau
agentic tasks
.
Kolaborasi Global untuk Keamanan Digital
Pihak Anthropic menegaskan bahwa tantangan keamanan di era AI terlalu besar jika hanya tertumpu pada satu organisasi saja.
Oleh karena itu, mereka secara terbuka membagikan temuan dari Project Glasswing kepada lebih dari 40 organisasi tambahan yang mengelola infrastruktur perangkat lunak penting di seluruh dunia.
Baca Juga:
Canggih! Tirai Ini Bisa Bangunkan Anda Otomatis
Proyek ini juga mendapatkan dukungan pendanaan yang sangat besar. Anthropic menyediakan total kredit penggunaan senilai 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun untuk mendukung para peserta selama fase penelitian atau
research preview
.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan ekosistem digital tetap aman seiring dengan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan.
Melalui Project Glasswing, industri teknologi secara aktif membangun perisai digital yang lebih kuat. Kehadiran teknologi pertahanan berbasis AI ini memberikan rasa aman bagi pengguna internet dan pengelola layanan publik dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih dan tak terduga di masa depan.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.