Lebih dari Sekadar Hobi, Ini 6 Alasan Kenapa Membeli Buku Itu Sangat Menyenangkan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda masuk ke toko buku dengan niat "hanya melihat-lihat", tapi keluar dengan menenteng dua atau tiga buku baru?
Atau mungkin, rak buku di rumah sudah penuh, namun jari Anda tetap gatal memasukkan buku ke keranjang belanja
online
?
Tenang, Anda tidak sendirian.
Bagi seorang pencinta buku (
bookworm
), aktivitas membeli buku memiliki sensasi kebahagiaan tersendiri yang terpisah dari aktivitas membacanya.
Baca Juga:
Jangan Asal Didik! Ini 5 Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua
Bahkan ada istilah Jepang bernama
Tsundoku
, yakni seni membeli buku dan menumpuknya tanpa langsung membacanya.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat kegiatan mengeluarkan dompet untuk segebok kertas ini begitu memuaskan? Berikut adalah 6 alasannya.
1. Terapi Aroma dan Suasana Toko Buku
Bagi banyak orang, toko buku adalah tempat perlindungan (
sanctuary
).
Ada ketenangan magis saat berjalan di antara lorong-lorong rak buku yang sunyi.
Namun, daya tarik utamanya sering kali terletak pada indera penciuman: aroma buku.
Bau kertas baru, lem, dan tinta menciptakan aroma khas yang disebut
bibliosmia
.
Aroma ini memicu respons nostalgia dan kenyamanan di otak, membuat proses memilih dan membeli buku terasa seperti sesi terapi yang menenangkan jiwa.
2. Membeli "Masa Depan" dan Harapan
Saat Anda membeli sebuah buku, Anda sebenarnya tidak hanya membeli tumpukan kertas.
Anda sedang membeli sebuah "kemungkinan".
Membeli buku resep berarti Anda membeli harapan bahwa suatu hari Anda akan jago masak.
Membeli buku bisnis berarti Anda berinvestasi pada versi diri Anda yang lebih sukses.
Ada kepuasan psikologis saat membayangkan menjadi pribadi yang lebih pintar, lebih bijak, atau lebih terhibur setelah membaca buku tersebut nanti.
3. Apresiasi Terhadap Seni Fisik (Sampul Buku)
Di era digital, buku fisik tetap tak tergantikan karena aspek estetikanya.
Penerbit masa kini berlomba-lomba membuat desain sampul (
cover
) yang artistik, tekstur kertas yang nyaman disentuh, hingga pembatas buku yang unik.
Membeli buku fisik yang cantik memberikan kepuasan visual dan
taktil
.
Memegangnya, membolak-balik halamannya, dan memajangnya di rak memberikan rasa kepemilikan yang nyata yang tidak bisa diberikan oleh
e-book
.
4. Sensasi Berburu Harta Karun
Entah itu di toko buku besar, bazar buku murah, atau kios buku bekas, proses mencari buku adalah sebuah petualangan.
Ada sensasi
dopamine rush
(lonjakan kebahagiaan) yang luar biasa ketika Anda menemukan buku langka yang sudah lama dicari, atau menemukan buku bagus dengan diskon besar.
Momen "Aha! Ketemu!" inilah yang membuat aktivitas berburu buku menjadi sangat adiktif dan menyenangkan.
5. Bentuk Dukungan Nyata untuk Penulis
Bagi pembaca yang sadar
literasi
, membeli buku orisinal adalah bentuk aktivisme kecil.
Ada perasaan bangga dan lega karena uang yang Anda keluarkan berkontribusi langsung pada nafkah penulis favorit Anda dan keberlangsungan industri penerbitan.
Mengetahui bahwa pembelian Anda membantu penulis untuk terus berkarya memberikan kepuasan batin tersendiri.
Rasanya seperti Anda ikut serta dalam proses kreatif mereka.
6. Membangun Perpustakaan Impian
Alasan terakhir adalah visualisasi jangka panjang.
Setiap buku yang dibeli adalah satu batu bata tambahan untuk membangun perpustakaan pribadi di rumah.
Melihat deretan buku yang tersusun rapi di dinding rumah memberikan rasa damai dan pencapaian intelektual.
Rumah yang penuh buku menciptakan lingkungan yang hangat dan mengundang rasa ingin tahu, tidak hanya bagi Anda, tapi juga bagi anak-anak atau tamu yang berkunjung.
Membeli buku adalah investasi untuk jiwa dan pikiran.
Jadi, jangan merasa bersalah jika tumpukan buku Anda (TBR -
To Be Read
) semakin tinggi.
Nikmati saja prosesnya, karena kebahagiaan bisa sesederhana mencium aroma buku baru yang baru saja dibuka segel plastiknya.
Baca Juga:
Jangan Asal Didik! Ini 5 Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.