faktakalbar

Libur Imlek China Guncang Rantai Pasok Global

Penulis: Redaksi Monday, 26 January 2026 📖 1 menit
Libur Imlek China Guncang Rantai Pasok Global
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Perayaan Tahun Baru Imlek di China ternyata membawa dampak besar bagi perekonomian dunia. Meskipun perayaan Imlek 2026 baru jatuh pada 17 Februari, pasar global sudah merasakan guncangan hebat akibat terhentinya aktivitas manufaktur di Negeri Tirai Bambu tersebut. Para pelaku industri dunia kini menghadapi tantangan serius. Pabrik-pabrik di China mulai menghentikan produksi secara massal karena jutaan tenaga kerja memilih mudik lebih awal. Fenomena ini memaksa rantai pasok global melakukan penyesuaian jadwal secara drastis. Baca Juga:  Antisipasi Kelangkaan Jelang Imlek, Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Singkawang 47 Persen Panic Buying Importir Global Importir dari Amerika Serikat dan Eropa melakukan langkah antisipasi ekstrem. Mereka memajukan jadwal pengiriman barang ( panic buying ) hingga tiga minggu lebih awal dari biasanya. Para pengusaha berebut mengamankan stok barang sebelum pabrik-pabrik di China tutup total selama libur panjang. Lonjakan permintaan mendadak ini memicu kenaikan tarif logistik. Maskapai pelayaran merespons situasi ini dengan menarik kapasitas kapal atau melakukan blank sailing demi menjaga harga tetap tinggi. Akibatnya, tarif pengiriman spot rute Asia ke Amerika Serikat melonjak hingga 40 persen dalam sebulan terakhir. Ancaman Bagi Industri Indonesia Dampak libur panjang China ini juga menghantui perekonomian Indonesia. Ketergantungan industri tanah air terhadap bahan baku dari China membuat posisi Indonesia cukup rentan. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan ketergantungan ini melalui defisit perdagangan RI-China yang mencapai US$ 17,74 miliar pada tahun 2025. Nilai impor Indonesia dari China menembus angka US$ 78,04 miliar, jauh melampaui angka ekspor. Baca Juga:  Antisipasi Kelangkaan Jelang Imlek, Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Singkawang 47 Persen Jika pasokan bahan baku dari China terhenti sementara, ritme produksi pabrik-pabrik di Indonesia berpotensi terganggu. Para pelaku usaha kini harus mengatur strategi inventaris yang ketat agar operasional tetap berjalan normal selama masa libur Imlek berlangsung. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK