faktakalbar

Klasemen Liga Korupsi Indonesia: Ketika Ratusan Triliun Raib dari Uang Rakyat

Penulis: Redaksi Thursday, 19 June 2025 📖 2 menit
Klasemen Liga Korupsi Indonesia: Ketika Ratusan Triliun Raib dari Uang Rakyat
Faktakalbar.id, NASIONAL - Di tengah upaya pemberantasan korupsi yang digalakkan aparat penegak hukum, publik Indonesia kembali dikejutkan dengan deretan kasus korupsi bernilai fantastis. Kini, istilah “Klasemen Liga Korupsi Indonesia” ramai digaungkan warganet untuk menggambarkan peringkat kasus-kasus korupsi dengan kerugian negara terbesar. Terbaru, nama Wilmar Group ikut masuk dalam daftar tersebut. Baca Juga:   Wilmar Serahkan Rp11,8 Triliun, Siap Hadapi Putusan MA Perusahaan agribisnis raksasa ini terseret dalam kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) yang disebut merugikan negara hingga Rp11,8 triliun. Jumlah ini resmi diserahkan pihak Wilmar kepada Kejaksaan Agung, meski perusahaan masih menanti putusan akhir dari Mahkamah Agung. Menariknya, Wilmar bukan satu-satunya. Sepanjang Juni 2025, tercatat dua tambahan kasus megakorupsi yang melengkapi klasemen yang kian “kompetitif” ini. Kompas.com dan berbagai media mencatat, nilai kerugian yang diakumulasi dari 10 kasus korupsi terbesar di Indonesia ini mencapai angka yang sulit dinalar: ratusan triliun rupiah. Deretan Skandal, dari Migas hingga Laptop Berikut daftar lengkap Klasemen Liga Korupsi Indonesia per Juni 2025, berdasarkan besaran nilai kerugian negara yang ditimbulkan: Baca Juga:   Kejari Kapuas Hulu Serahkan 7 Terpidana Korupsi Kapal Penyeberangan ke Rutan Pontianak Korupsi Pertamina – Rp968,5 triliun Kasus ini melibatkan tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga dan KKKS sejak 2018. Kerugian dihitung akumulatif selama lima tahun. Kasus PT Timah – Rp300 triliun Diduga berasal dari kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal. Audit BPKP mengonfirmasi nilai kerugian fantastis ini. Kasus BLBI – Rp138 triliun Dana talangan Bank Indonesia pada 1997 tidak pernah dikembalikan sepenuhnya. Upaya penagihan belum menunjukkan hasil signifikan. Duta Palma Group – Rp78 triliun Melibatkan penyerobotan lahan oleh Surya Darmadi. Vonis pengadilan sudah dijatuhkan. PT TPPI – Rp37,8 triliun Pengolahan kondensat ilegal pada 2009–2011 menjadi akar kasus. Terdakwa utama masih buron. PT Asabri – Rp22,7 triliun Manipulasi saham dan reksadana menyeret dana milik anggota TNI dan Polri. Jiwasraya – Rp16,8 triliun Skema investasi yang gagal bayar menyebabkan ratusan ribu nasabah kehilangan kepercayaannya. Wilmar Group (Kasus CPO) – Rp11,8 triliun Dana ini sudah disetor ke Kejaksaan sebagai bentuk tanggung jawab hukum, meskipun belum ada putusan bersalah dari MA. LPEI – Rp11,7 triliun Pemberian kredit bermasalah kepada PT Petro Energy mengungkap bobroknya sistem pembiayaan ekspor. Laptop Chromebook – Rp9,9 triliun Pengadaan laptop untuk daerah 3T justru menyasar daerah non-3T. Kejagung masih menyelidiki adanya dugaan persekongkolan. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK