Lima Gejala Awal Penyakit Ginjal Mengancam Usia Muda
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Penyakit
ginjal
kini semakin mengancam kelompok
usia
produktif. Ginjal menyaring limbah dan racun dari darah untuk membuangnya melalui
urine
. Saat fungsi organ ini menurun, racun menumpuk dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Laporan terbaru tahun 2026 mencatat lonjakan tajam pasien penyakit ginjal pada usia muda. Pembiayaan penanganan penyakit ini juga mencapai angka Rp13 triliun sepanjang tahun 2025, menempati urutan tertinggi kedua setelah penyakit jantung.
Perwakilan BPJS Kesehatan, Tiffany Monica, memaparkan temuan mengenai rentang usia penderita saat ini.
Baca Juga:
5 Tanda Sakit Ginjal yang Jarang Disadari, Waspadai Tubuh Cepat Lelah
"Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal."
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah penyakit ginjal masuk ke tahap kronis. Berikut 5 gejala awal penyakit ginjal:
Kekurangan Energi dan Sulit Konsentrasi
Penurunan fungsi ginjal menyebabkan racun dan kotoran menumpuk dalam darah. Penumpukan ini membuat penderita kehilangan energi, merasa sangat lelah, hingga kesulitan memusatkan perhatian pada aktivitas sehari-hari.
Kulit Kering dan Terasa Gatal
Ginjal menjaga keseimbangan jumlah mineral di dalam darah. Saat organ ini gagal mempertahankan keseimbangan tersebut, penderita akan mengalami masalah kulit kering dan rasa gatal yang hebat di sekujur tubuh.
Gangguan Tidur atau Insomnia
Ginjal yang rusak gagal membuang racun melalui urine. Kondisi ini membiarkan racun tetap beredar di dalam aliran darah, sehingga merusak pola tidur dan memicu insomnia pada malam hari.
Mata Bengkak Saat Bangun Tidur
Ginjal yang bermasalah membocorkan terlalu banyak protein ke dalam urine. Tubuh yang gagal menyimpan protein tersebut akhirnya membiarkan cairan merembes dan menumpuk di area sekitar mata.
Baca Juga:
Waspada Makanan Pemicu Kanker Ginjal di Usia Muda
Kaki dan Pergelangan Kaki Membengkak
Penurunan fungsi organ penyaring ini memicu tubuh menahan natrium atau garam. Retensi cairan tersebut menyebabkan pembengkakan pada area ekstremitas bawah, seperti telapak kaki dan pergelangan kaki.
Penderita wajib segera menemui penyedia layanan kesehatan jika mengalami tanda-tanda tersebut. Identifikasi gejala secara cepat membantu tim medis menentukan diagnosis yang akurat dan menyusun rencana perawatan yang tepat.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.