faktakalbar

Lomba Kuliner Tradisional Pontianak: Misi Generasi Muda Melestarikan Cita Rasa Istana

Penulis: Redaksi Friday, 26 September 2025 📖 3 menit
Lomba Kuliner Tradisional Pontianak: Misi Generasi Muda Melestarikan Cita Rasa Istana
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Warisan kuliner Istana Kadriah kembali diangkat ke permukaan melalui Lomba Kuliner Tradisional Tingkat SMA/Sederajat se-Kota Pontianak Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan inisiasi kolaboratif antara Istana Kadriah Kesultanan Pontianak , Yayasan Puak Melayu Maharatu , dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kementerian Kebudayaan. Mengusung tema “Bangga Budaya Melalui Cita Rasa Bersama Generasi Muda” , acara ini menjadi panggung bagi pelajar untuk menjadi pewaris resep leluhur. Lomba digelar, Rabu, (25/9/2025), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di lokasi bersejarah Istana Kadriah Kesultanan Pontianak di Jalan Tanjung Raya I . Menghidupkan Kembali Rasa yang Hampir Punah Fokus utama kompetisi adalah kuliner yang memiliki nilai historis tinggi, khususnya di lingkungan Istana. Menu wajib yang harus disajikan peserta adalah: Baca Juga:   Melestarikan Budaya, Membuka Peluang Usaha: Pelatihan Seni Melipat Tanjak di Kampung Tanjak Pontianak Singkep-Singkep: Penganan tradisional yang dulunya sering disajikan di kalangan Istana Kadriah. Kue lembut ini hampir punah di tengah masyarakat Pontianak dan dihidangkan dengan vla  di atasnya. Air Serbat: Minuman tradisional yang kaya rempah, terbuat dari jahe, kayu manis, kayu secang/sepang, kapulaga, cengkeh, dan rempah lain. Minuman ini secara historis disajikan saat acara adat atau perjamuan khusus Masyarakat Melayu dan penanda pertemuan telah berakhir. Selain itu, peserta diberikan Menu Pilihan bebas dari penganan tradisional Pontianak, yaitu Jorong-Jorong , Batang Buruk (versi gurih), dan Doko'-Doko' . Potensi Ekonomi dari Warisan Budaya Maha Ratu Syecha Tanaya Ahmad Alkhalidi menyampaikan pandangannya yang visioner mengenai Singkep-Singkep . Ia menyebut kue tersebut memiliki potensi besar. "Kue Singkep-Singkep ini bisa jadi lebih dari tradisi, bayangkan dari satu budaya sederhana ini bisa menghasilkan ide usaha, potensi ekonomi, dan yang pasti menjadi oleh-oleh khas Pontianak," ujarnya. Ia berharap, Singkep-Singkep dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. "Kue Singkep-Singkep itu merupakan kue khas Pontianak dessert tradisional, dulunya jadi hidangan tamu-tamu Sultan atau tamu-tamu kerajaan. Namun, sekarang sudah jarang kita temukan, saya sendiri kalau mau harus ikut PO (pre-order) ," tuturnya. Baca Juga:  Angin Kencang Hantam Pelindo Pontianak, Kontainer Berhamburan Ia menekankan bahwa inilah alasan utama lomba diadakan. "Jadi ini worth it dan relevan untuk dijadikan oleh-oleh khas Pontianak, ini mengapa kita laksanakan lomba kuliner tradisional ini, harapannya anak-anak muda untuk menjadi pewaris resep ini." Ia menyimpulkan, "Lomba hari ini bukan hanya tentang tepung dan gula, melainkan tentang mewariskan tradisi." [caption id="attachment_47570" align="aligncenter" width="631"] Juri memantau ketat proses pengolahan Singkep-Singkep dan Air Serbat oleh peserta. Lomba ini menuntut ketepatan autentisitas, kreativitas, dan cita rasa warisan tradisional. (Dok. Faktakalbar.id)[/caption] Spekulasi Warisan Budaya Tak Benda Juliadi , Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII , mengaku antusias dengan pemilihan menu utama. "Dari beberapa ide-ide yang masuk dan kami diskusikan, muncullah ide lomba kuliner tradisional yang kita spesifikkan satu jenis makanan, yaitu kue Singkep-Singkep," jelasnya. "Saya penasaran ingin mencicipi, ternyata masih banyak yang belum pernah mencoba kue ini, termasuk saya, jadi tidak salah kita memilih kue Singkep-Singkep untuk dijadikan menu utama untuk dilombakan, kita akan memperkenalkan makanan khas daerah kita," tambah Juliadi. Baca Juga:  Rekomendasi Makanan Anak Kost: Enak, Murah, dan Anti Bosan Selain Ayam Geprek Ia juga menyinggung potensi penetapan warisan. "Kalimantan Barat ini sudah ada beberapa kuliner yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, seperti Bubur Pedas, Pacri Nanas, Asam Pedas, Sayur Keladi, kemudian ada Pengkang. Tidak menutup kemungkinan apa yang kita lombakan hari ini bisa dikaji lebih lanjut, apakah ke depannya bisa diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia," katanya seraya optimistis. Acara kompetisi ini resmi dibuka oleh Syarif Indahmawan Alkadrie , Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Para pemenang lomba akan memperebutkan hadiah total sebesar Rp18.000.000 ,- berupa piala dan uang pembinaan. Kriteria penilaian meliputi Cita Rasa, Kesesuaian Tema/Autentik, Kreativitas/Kreasi, Penampilan/Presentasi, Kebersihan, dan Ketepatan Waktu. Acara penting ini turut dihadiri perwakilan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalbar, Kapolsek Pontianak Timur, Camat Pontianak Timur, dan Lurah Kampung Dalam Bugis. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK