faktakalbar

Luapan Sungai Sambas Rendam Puluhan Rumah di Subah Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Penulis: Redaksi Sunday, 10 May 2026 📖 2 menit
Luapan Sungai Sambas Rendam Puluhan Rumah di Subah Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Faktakalbar.id, SAMBAS – Tingginya intensitas curah hujan memicu terjadinya bencana banjir Kabupaten Sambas , pada Jumat (8/5/2026) malam. Hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu mengakibatkan debit air Sungai Sambas meluap tajam mulai pukul 19.00 WIB dan langsung merendam kawasan permukiman warga di Desa Sabung, Kecamatan Subah. Baca Juga: Hujan Deras Picu Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga Dusun Teraju Barat Berdasarkan pemutakhiran data laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luapan air sungai tersebut berdampak langsung terhadap 28 unit rumah warga di wilayah setempat. Dari total 28 kepala keluarga yang terdampak genangan air bah, dua keluarga di antaranya terpaksa harus meninggalkan kediaman mereka dan memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang lokasinya dinilai lebih aman dari jangkauan banjir. Hingga laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas pada Sabtu (9/5/2026), kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan masih terus diguyur hujan. Akibatnya, debit banjir Kabupaten Sambas ini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian muka air yang merendam permukiman di Desa Sabung bahkan tercatat telah mencapai titik 1,5 meter, melumpuhkan sebagian besar aktivitas harian penduduk setempat. Petugas BPBD dan aparatur desa setempat terus bersiaga untuk memantau pergerakan debit air dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah. Logistik bantuan dan peralatan evakuasi darurat tengah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi apabila curah hujan tak kunjung reda. Baca Juga:  Hujan Lebat Picu Banjir Buton Utara Ratusan Warga Terdampak dan Akses Jembatan Putus Situasi di lapangan ini sejalan dengan peringatan dini yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan Kalimantan, berpotensi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai tiupan angin kencang pada rentang waktu 10 hingga 11 Mei 2026. Merespons potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung tersebut, BNPB mengimbau jajaran pemerintah daerah dan seluruh warga untuk mengoptimalkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan pergerakan tanah. Bagi masyarakat yang bermukim tepat di bantaran sungai maupun di bawah lereng perbukitan, BNPB meminta agar langkah pencegahan segera dilakukan. Warga diwajibkan untuk membersihkan saluran drainase dari sumbatan sampah yang dapat menghambat laju air. Selain itu, masyarakat juga harus secara aktif memantau volume debit air sungai. Jika hujan lebat turun dengan durasi yang sangat panjang, warga diinstruksikan untuk tidak mengambil risiko dan segera melaksanakan evakuasi mandiri sebelum akses jalan tertutup sepenuhnya oleh genangan banjir. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK