faktakalbar

Lumpuh Total Tertutup Lumpur, SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang Desak Pembangunan Shelter Inklusif

Penulis: Redaksi Thursday, 15 January 2026 📖 2 menit
Lumpuh Total Tertutup Lumpur, SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang Desak Pembangunan Shelter Inklusif
Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan dampak kerusakan serius pada infrastruktur pendidikan. Hingga Selasa (13/1), kegiatan belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang belum dapat berjalan optimal. Baca Juga: Tak Lagi Beratap Langit, BNPB dan Pemda Pasok Tenda untuk Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Peristiwa ini menjadi pengingat keras mengenai urgensi penerapan kebijakan PRB inklusif (Pengurangan Risiko Bencana) yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Kerusakan Infrastruktur Capai 80 Persen Berdasarkan data lapangan, sekitar 80 persen dari total 77 ruangan dan halaman sekolah masih tertutup lumpur dan puing material sisa banjir. Ketinggian air yang sempat mencapai empat meter telah merusak hampir seluruh sarana dan prasarana sekolah. Padahal, fasilitas tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas peserta didik berkebutuhan khusus. Kerusakan masif ini menegaskan bahwa satuan pendidikan khusus merupakan objek vital berisiko tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan berlapis mulai dari mitigasi struktural hingga pemulihan pascabencana yang menjamin keberlanjutan layanan pendidikan. Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang: Siswa SDN 1 Karang Baru Belajar Beralaskan Terpal Kolaborasi Pemulihan Lintas Sektor Proses pemulihan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang kini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif. Pemerintah daerah, TNI, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan area sekolah. Fokus awal pembersihan dilakukan di musala sekolah yang berfungsi strategis sebagai titik kumpul darurat. Untuk mengatasi ketebalan lumpur yang mencapai lebih dari 30 sentimeter, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengerahkan alat berat ekskavator dengan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB. Selain pembersihan fisik, dukungan fasilitas dasar juga diprioritaskan. TNI telah membangun sumur bor untuk penyediaan air bersih, sementara yayasan sosial seperti Buddha Tzu Chi dan Baznas menyalurkan logistik serta konsumsi bagi relawan. Kisah Evakuasi Dramatis Penerapan kebijakan PRB inklusif secara nyata terlihat saat proses evakuasi berlangsung. Guru dan tenaga kependidikan berhasil menyelamatkan siswa asrama secara mandiri menggunakan perahu darurat dari batang pohon pisang menuju lantai dua musala. Muslim Hasan, staf tata usaha sekolah yang juga penyandang disabilitas low vision , menjadi saksi sekaligus pelaku dalam penyelamatan tersebut. “Hampir tidak percaya, tetapi kami bisa melakukannya bersama-sama. Dengan segala keterbatasan, yang terpenting adalah memastikan anak-anak selamat,” ujar Muslim. Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa ini tidak terlepas dari status sekolah sebagai "SLB Tangguh Bencana" yang telah mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan dari BPBD sejak tahun 2022. Baca Juga: Ribuan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Mulai Beroperasi, Siswa Belajar Gunakan Alas Terpal Mendesak Dibangun Shelter Evakuasi Melihat potensi risiko bencana yang berulang karena lokasi sekolah yang dekat dengan sungai, kebutuhan infrastruktur mitigasi menjadi sangat mendesak. Muslim berharap adanya pembangunan gedung evakuasi yang memenuhi standar keamanan dan aksesibilitas. “Kami berharap sekolah ini memiliki gedung shelter evakuasi yang inklusif, karena lokasi sekolah dekat dengan sungai dan mungkin ada potensi bencana berulang,” harapnya. Pemulihan pascabencana ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan sekolah dan memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dalam penanganan bencana. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK