faktakalbar

Bukan Lagi Skill Eksklusif, Bahasan Sebut Koding Kini Jadi 'Baca-Tulis' Baru Generasi Z

Penulis: Redaksi Wednesday, 10 December 2025 📖 1 menit
Bukan Lagi Skill Eksklusif, Bahasan Sebut Koding Kini Jadi 'Baca-Tulis' Baru Generasi Z
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Paradigma pendidikan di era digital telah bergeser drastis. Kemampuan koding atau pemrograman komputer kini tak lagi dipandang sebagai keahlian rumit milik segelintir programmer , melainkan literasi dasar yang wajib dimiliki setiap anak muda. Hal ini ditekankan oleh Wakil Wali Kota Pontianak , Bahasan , saat meluncurkan platform edukasi inovatif Kodingmu di Universitas Tanjungpura ( Untan ), Selasa (09/12/25). Baca Juga:  Tinjau Lokasi Terdampak, Gubernur Ria Norsan Siapkan Posko Kesehatan untuk Korban Banjir Rob di Pontianak Dalam acara Tech Talk bertajuk ‘Membangun Generasi Cerdas Digital Indonesia’ yang digelar di Gedung Konferensi Untan, Bahasan memberikan apresiasi tinggi kepada Jurusan Informatika Fakultas Teknik Untan. Menurutnya, inovasi Kodingmu hadir di waktu yang tepat untuk menjawab tantangan zaman. “Kemampuan koding bukan lagi keahlian eksklusif, tetapi menjadi literasi fundamental yang dibutuhkan generasi muda. Keterampilan ini membuka peluang karier yang luas sekaligus membentuk pola pikir komputasional, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah,” ujar Bahasan. Platform Kodingmu dirancang khusus untuk mendobrak stigma bahwa belajar pemrograman itu sulit dan membosankan. Aplikasi ini menawarkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga relevan dengan keseharian pelajar masa kini. Baca Juga:   Prioritaskan Lansia dan Warga Sakit, Pemkot Pontianak Evakuasi Korban Banjir Rob “Dengan adanya inovasi seperti Kodingmu, kita berharap lahir lebih banyak talenta digital dari Pontianak yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya optimis. Peluncuran ini turut dimeriahkan dengan partisipasi ratusan siswa dari 19 SD, 10 SMP, dan 4 SMA se-Kota Pontianak. Mereka diajak langsung menjajal demo koding interaktif, membuktikan bahwa teknologi ini bisa dipelajari sejak dini. Bahasan menegaskan bahwa mencetak generasi cerdas digital adalah tanggung jawab kolektif. "Membangun generasi cerdas digital bukan hanya tugas sekolah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang baik, Pontianak dapat menjadi kota yang siap menghadapi tantangan era digital," pungkasnya. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK