faktakalbar

Mahasiswa Minta Komisi Yudisial Tindak Tegas Hakim Nakal di Kalbar

Penulis: Redaksi Wednesday, 14 August 2024 📖 1 menit
Mahasiswa Minta Komisi Yudisial Tindak Tegas Hakim Nakal di Kalbar
PONTIANAK - Mahasiswa mendesak Komisi Yudisial (KY) menindak tegas hakim nakal yang bertugas di wilayah hukum Kalimantan Barat. “Kami minta KY harus berani menindak tegas oknum hakim nakal yang bertugas di Kalbar. Jangan takut. Kami selalu ada untuk memberikan dukungan. Saat ini penegakan hukum kita dalam kondisi tidak baik-baik saja,” tegas Raziq, salah satu perwakilan mahasiswa di Pontianak saat menghadiri diskusi publik di Kantor Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Penghubung Wilayah Kalimantan Barat, Selasa (13/8). Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Komisi Yudisial yang ke-19. Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh Koordinator Komisi Yudisial Republik Indonesia Penghubung Wilayah Kalimantan Barat, Budi Darmawan, bersama tiga asistennya, yaitu Deny Kurniawan, Desy Viona Kwintari, dan Syahru Romadhoni. Budi menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengundang mahasiswa yang selama ini menjadi jejaring kerja sama dalam tugas pengawasan Komisi Yudisial. “Kami sengaja membatasi undangan khusus untuk rekan-rekan mahasiswa. Harapannya, dengan keterlibatan mereka, kita bisa mendapatkan kritikan dan saran yang menunjang tugas KY,” jelas Budi. Dalam paparannya, Budi memaparkan tugas dan kewenangan Komisi Yudisial, termasuk soal pemantauan dan pelaporan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat bisa melaporkan oknum hakim kepada Komisi Yudisial, asalkan disertai dengan bukti yang kuat. Selain itu, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan pemantauan kepada KY. Budi juga menekankan bahwa objek pengawasan pemantauan persidangan perkara bukanlah teknis yudisial atau putusan hakim, melainkan lebih kepada memastikan persidangan berjalan sesuai dengan Hukum Acara Pidana (KUHAP). Diskusi publik ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab dari para mahasiswa, sebelum akhirnya ditutup dengan makan siang bersama. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik, khususnya mahasiswa, dalam upaya pengawasan terhadap penegakan hukum di Kalimantan Barat (ro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK