faktakalbar

10 Makanan Peningkat Kolagen Alami: Ahli Gizi Ungkap Lebih Efektif dari Suplemen Mahal

Penulis: Dimas Tuesday, 02 December 2025 📖 3 menit
10 Makanan Peningkat Kolagen Alami: Ahli Gizi Ungkap Lebih Efektif dari Suplemen Mahal
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Minat pada suplemen kolagen terus meningkat. Namun, sejumlah ahli gizi menilai cara paling efektif untuk menjaga kulit tetap sehat justru berasal dari dapur sendiri. Beberapa pakar nutrisi menyebut bahwa konsumsi makanan kaya protein, vitamin C, zinc , dan antioksidan jauh lebih berkontribusi dalam menjaga kekuatan kolagen tubuh dari dalam. Ini dinilai lebih baik dibanding suplemen yang harganya bisa selangit. Kolagen adalah protein struktural utama yang menjaga kulit tetap elastis, rambut kuat, dan sendi bekerja optimal. Seiring pertambahan usia, produksi kolagen memang menurun. Namun, tubuh masih bisa memproduksinya jika mendapatkan bahan baku yang tepat. Baca Juga: Rekomendasi 5 Facial Wash Cowok Brand Lokal Terbaik untuk Kulit Sehat Mengapa Tubuh Merespons Kolagen dari Makanan? Dietisien Nirvana Abou-Gabal menjelaskan pentingnya protein. Ia menyebut tubuh membangun kolagen dari asam amino. Asam amino utama yang dibutuhkan adalah glisin, prolin, dan hidroksiprolin. Asam amino ini tersedia melimpah dalam makanan berprotein. "Tanpa asupan protein yang cukup, suplemen kolagen dianggap tidak bekerja maksimal," jelasnya, melansir Elle . Lola Biggs, ahli gizi dari Together Health, menambahkan bahwa makanan utuh memberikan rangkaian nutrisi lengkap. Nutrisi inilah yang justru mendukung proses sintesis kolagen. Menurut Biggs, tubuh lebih “mengerti” dan lebih mampu memanfaatkan Nutrisi Pembentuk Kolagen tersebut. Ini terjadi saat nutrisi datang dalam bentuk alami. Baca Juga: Rahasia Kulit Glowing: Buah-buahan Ajaib untuk Kecantikan Alami 10 Pilihan Makanan Peningkat Kolagen Terbaik Berikut adalah beberapa Makanan Peningkat Kolagen dan nutrisi pendukungnya yang direkomendasikan oleh Abou-Gabal: Kaldu Tulang: Mengandung kolagen alami hasil ekstraksi tulang dan jaringan ikat. Ikan Berkulit (Contoh Salmon): Kulit ikan kaya peptida kolagen dan omega-3, sangat baik untuk elastisitas kulit. Ayam dengan Kulitnya: Bagian kulit dan tulangnya mengandung kolagen yang dapat diolah menjadi sup. Putih Telur: Kaya akan prolin, salah satu asam amino penting pembentuk kolagen. Buah Citrus (Jeruk, Lemon, Grapefruit ): Vitamin C di dalamnya membantu memperkuat dan menstabilkan kolagen. Aneka Beri (Stroberi, Blueberry , Blackberry ): Kaya antioksidan yang berfungsi melindungi kolagen dari kerusakan. Kiwi: Salah satu buah dengan kadar vitamin C tertinggi, ideal sebagai pendamping makanan berprotein. Paprika Warna: Menyediakan vitamin C tinggi, terutama saat dikonsumsi mentah atau sedikit diproses. Biji Labu dan Kacang Mete: Mengandung zinc dan copper (tembaga) yang menjadi kofaktor penting pembentukan kolagen. Kerang dan Udang: Kaya mineral yang membantu memperkuat jaringan kolagen. Tips Agar Nutrisi Kolagen Lebih Optimal Agar Nutrisi Pembentuk Kolagen dari makanan lebih optimal diserap tubuh, ada beberapa tips yang bisa diterapkan: Penyajian Vitamin C: Abou-Gabal mengingatkan bahwa vitamin C mudah rusak oleh panas. Oleh karena itu, buah dan sayur kaya vitamin C sebaiknya tidak dimasak terlalu lama. Teknik Memasak: Biggs merekomendasikan penggunaan teknik memasak lembut, seperti kukus, poaching , atau slow cooking . Kombinasi Makanan: Menggabungkan makanan tinggi vitamin C dengan sumber protein dalam satu sajian juga mempercepat proses sintesis kolagen. Kaldu: Rebus tulang dalam waktu lama (8–12 jam) untuk mendapatkan kaldu pekat kolagen. Konsep “Collagen-Friendly Plate” Konsep pola makan yang mendukung kolagen ( collagen-friendly plate ) dapat diterapkan setiap hari dengan beberapa aturan sederhana: Sediakan sumber protein atau kaldu tulang sebagai menu harian. Tambahkan ikan berlemak beberapa kali seminggu. Pastikan ada buah atau sayuran kaya vitamin C di setiap kali makan. Beri taburan biji-bijian atau kacang mete untuk asupan mineral. Kebiasaan yang Merusak Kolagen Selain memenuhi nutrisi, Anda juga perlu memperhatikan kebiasaan yang dapat mempercepat kerusakan kolagen, seperti: Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula. Mengonsumsi makanan kaya AGEs ( Advanced Glycation End-products ), seperti gorengan dan olahan panggang dengan suhu tinggi. Minum minuman beralkohol secara berlebihan. Menggunakan metode masak deep-fry atau bakar dengan panas ekstrem. Semua kebiasaan buruk itu dapat memicu inflamasi dan menghambat proses perbaikan kulit. Meski makanan menjadi pilihan utama, suplemen kolagen bisa dipertimbangkan. Baca Juga: Pisang atau Alpukat untuk Sarapan? Mana yang Lebih Baik, Simak Perbedaan Nutrisi dan Kegunaannya Ini berlaku bagi orang yang memiliki kebutuhan khusus atau kesulitan menyerap nutrisi. Namun, nutrisionis Périllat menegaskan bahwa pola makan seimbang mampu memperlambat penurunan kolagen, meskipun tidak menghentikan proses penuaan sepenuhnya. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK