faktakalbar

Hati-hati! Makanan Ultraproses dan Kanker Usus Besar Ancam Wanita Usia di Bawah 50

Penulis: Dimas Wednesday, 19 November 2025 📖 2 menit
Hati-hati! Makanan Ultraproses dan Kanker Usus Besar Ancam Wanita Usia di Bawah 50
Faktakalbar.id, LIFESTYLE  - Sebuah studi terbaru menunjukkan temuan yang patut diwaspadai. Konsumsi makanan ultraproses ( ultra-processed foods atau UPF) sangat berkaitan dengan risiko kanker usus besar. Khususnya, risiko ini meningkat pada perempuan berusia di bawah 50 tahun. Perempuan yang mengonsumsi UPF dalam jumlah banyak dilaporkan berisiko lebih tinggi. Mereka cenderung mengalami munculnya polip usus besar, yang dikenal sebagai conventional adenomas (adenoma konvensional). "Sebagian besar polip ini tidak berkembang menjadi kanker usus besar," kata pemimpin studi, Dr. Andrew Chan. Dr. Chan berasal dari Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat. Ia menambahkan, "Namun, pada saat yang sama, kita tahu bahwa sebagian besar kanker usus besar yang kita temui pada orang muda berasal dari lesi prakanker ini." Tim Dr. Chan memiliki fokus penelitian yang jelas. Mereka ingin memahami faktor yang menyebabkan meningkatnya kanker usus besar pada usia muda. Studi penting ini telah dipublikasikan dalam jurnal medis ternama, Jama Oncology . Baca Juga: Jangan Tunggu Sesak Napas, Ini 6 Langkah Emas Lindungi Paru-Paru dari Pneumonia Mengenal Karakteristik Makanan Ultraproses (UPF) Makanan ultraproses adalah jenis makanan yang harus diwaspadai. Makanan ini umumnya mudah dimakan atau disajikan. Namun, UPF memiliki karakteristik gizi yang kurang ideal. Karakteristik UPF antara lain: Rendah serat dan rendah vitamin. Tinggi gula dan garam. Tinggi lemak jenuh. Mengandung berbagai zat aditif. Data Studi: Risiko Polip Usus Besar Wanita Muda Melonjak 45 Persen Penelitian ini menggunakan data dari Nurses’ Health Study II (NHS II). NHS II merupakan studi besar yang dimulai sejak tahun 1989. Studi ini melibatkan perawat perempuan yang lahir antara tahun 1947 hingga 1964. Sejak tahun 1991, semua peserta mengisi kuesioner makanan setiap empat tahun sekali. Data yang dianalisis berasal dari 29.105 peserta. Mereka semua telah menjalani kolonoskopi. Selain itu, mereka tidak memiliki riwayat polip, penyakit usus inflamasi, atau jenis kanker lain. Hasilnya sangat mencolok. Kelompok peserta yang makan UPF paling banyak memiliki risiko yang signifikan. Rata-rata konsumsi kelompok ini adalah 9,9 porsi per hari. Mereka memiliki risiko 45 persen lebih tinggi mengalami polip adenoma konvensional sebelum usia 50 tahun. Angka ini dibandingkan dengan kelompok yang hanya makan 3,3 porsi UPF per hari. Polip jenis ini sering kali menjadi awal dari kanker usus besar. Meski demikian, studi ini tidak menemukan peningkatan risiko pada jenis polip serrated lesions . Baca Juga: Sering Nyeri Ulu Hati? Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Batu Empedu Mengintai Mekanisme dan Batasan Penelitian Dr. Chan menjelaskan bagaimana Makanan Ultraproses dan Kanker Usus Besar dapat saling berhubungan. Menurutnya, UPF bisa memperburuk gangguan metabolik. Gangguan seperti obesitas dan diabetes tipe 2 dapat terjadi. Kedua kondisi tersebut diketahui meningkatkan risiko kanker usus besar. Selain itu, Dr. Chan juga menyebut UPF berpotensi memicu peradangan kronis. Makanan jenis ini juga bisa mengubah mikrobiota usus yang seharusnya melindungi tubuh. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan. Misalnya, studi ini mengandalkan ingatan peserta dalam mengisi kuesioner makanan. Penelitian ini juga belum melihat perkembangan kanker secara langsung. Dr. Chan memberikan pesan penutup yang menenangkan namun tetap waspada. "Hal ini tidak berarti bahwa jika Anda mengonsumsi UPF, Anda pasti akan menderita kanker. Itu tentu bukan pesan yang kami sampaikan," ucapnya. "Namun, hal itu merupakan salah satu faktor yang mungkin berperan dalam meningkatkan tingkat kanker yang mendasarinya," lanjutnya. Pesan utamanya adalah perlunya perhatian pada kualitas makanan yang dikonsumsi, terutama pada usia muda. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK