Leçon Taktik Simeone Tumbangkan Xabi: Hajar Real Madrid 5-2, Pecahkan Rekor 75 Tahun
Faktakalbar.id, OLAHRAGA
– Kemenangan telak
5-2
atas Real Madrid di Metropolitano menjadi pembuktian bagi Atlético Madrid. Kemenangan ini juga mengukuhkan kejeniusan taktis
Diego Simeone
. Kemenangan luar biasa ini memecahkan rekor gol yang telah bertahan sangat lama.
Manotazo historis! Rekor Atlético Madrid mencetak lima gol ke gawang Real Madrid di Liga Spanyol terakhir kali terjadi
75 tahun
lalu, yakni pada
1950
. Sekitar
70.000
penggemar menikmati momen yang akan dikenang selamanya. Terutama di sisi
Rojiblancos
.
Skor
5-2
ini otomatis masuk dalam legenda klub. Lebih dari itu, hasil ini menjadi deklarasi. Atlético kini mengumumkan pencalonannya dalam perburuan gelar LaLiga.
Awal musim yang buruk (6 poin dari 15) kini tertutup tuntas.
Rojiblancos
melengkapi pekan sempurna setelah sebelumnya
comeback
melawan Rayo.
Baca Juga:
Juventus Ditahan Imbang 10 Pemain Atalanta
Motivasi hingga Perubahan Taktik
Jika ada yang paling diperkuat dari skor
5-2
, itu adalah Diego Simeone. Pelatih berjuluk
El Cholo
ini memberikan pelajaran taktik kepada
Xabi Alonso.
Ia memang sudah pernah mengalahkan Alonso tahun lalu, meski bermain dengan 10 pemain. Kini, Simeone tumbangkan Xabi lagi secara meyakinkan. Kemenangan ini membuat Los Colchoneros hanya terpaut enam poin dari pemuncak klasemen.
Simeone berhasil memenangkan pertarungan sejak dari persiapan hingga manajemen pergantian pemain. Ia bahkan mengirim pesan kunci ke ruang ganti. Ia ingin para pemain keluar untuk "bermain dan menikmati," terlepas dari tekanan untuk tidak tertinggal 12 poin.
Strategi Menyerang Titik Lemah
Atlético Madrid berhasil merusak pertahanan Real Madrid. Los Blancos sebelumnya hanya kebobolan tiga gol dalam enam pertandingan. Angka itu langsung berlipat ganda karena strategi El Cholo yang jelas: mencari celah di belakang bek sayap.
Baca Juga:
Brentford vs Man United 3-1: Setan Merah Dipermalukan, Ruben Amorim Frustasi
Baik Carvajal maupun Carreras sangat menderita. Mereka kesulitan menghadapi kecepatan para pemain depan Atlético seperti Nico dan Giuliano. Kedua pemain Argentina itu menjadi momok. Dari pergerakan mereka lahir beberapa peluang terbaikRojiblancos.
"Lo que más me ha gustado del derbi ha sido todo," kata Simeone, merangkum performa paling kompak timnya belakangan ini.
Kejutan Sorloth di Lini Depan
Simeone juga memberikan kejutan pada susunan pemain awal. Ia memainkan Sorloth di lini depan. Banyak yang memperkirakan Baena atau Griezmann akan menjadi starter, bahkan Raspadori.
Keputusan memainkan striker Norwegia ini memiliki tujuan spesifik. Tujuannya adalah untuk memenangkan duel udara (flick-on) dan memanfaatkan bola tinggi untuk skema second ball.
Meski sempat gagal memanfaatkan beberapa peluang, umpan silang dari Koke berhasil diakhiri Sorloth dengan gol yang indah. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Simeone tumbangkan Xabi dengan perjudian taktis yang jitu.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.