Maladewa Jadi Negara Pertama di Dunia yang Hapus Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Organisasi Kesehatan Dunia (
WHO
) pada Senin (13/10/2025) mengumumkan sebuah pencapaian bersejarah di bidang kesehatan global.
Republik Maladewa secara resmi divalidasi sebagai negara pertama di dunia yang berhasil menghentikan penularan tiga penyakit dari ibu ke anak, yaitu HIV, hepatitis B, dan sifilis.
Baca Juga:
25 Warga Kapuas Hulu Meninggal Akibat HIV-AIDS Sejak 2016, Kasus Terus Bertambah di 2025
Keberhasilan ini menempatkan negara kepulauan tersebut sebagai panutan dalam upaya eliminasi penularan penyakit dari ibu ke anak di tingkat global.
Menurut WHO, pencapaian ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang dan investasi serius pemerintah Maladewa di sektor kesehatan.
“Republik Maladewa mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mencapai eliminasi tiga penyakit menular dari ibu ke anak - HIV, sifilis, dan hepatitis B - yang telah divalidasi oleh WHO," ujar lembaga kesehatan PBB itu dalam pernyataan resminya.
WHO memaparkan beberapa faktor kunci yang menjadi fondasi keberhasilan Maladewa.
Di antaranya adalah cakupan layanan pemeriksaan kehamilan yang menjangkau lebih dari 95 persen perempuan hamil.
Selain itu, tes untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B juga dilaksanakan secara merata dan hampir menjangkau seluruh calon ibu.
Baca Juga:
Kasus HIV/AIDS di Ketapang Meningkat
Dari sisi intervensi, lebih dari 95 persen bayi yang baru lahir di Maladewa segera menerima dosis vaksin hepatitis B.
Keberhasilan ini juga didukung oleh alokasi anggaran yang signifikan, di mana negara itu menginvestasikan lebih dari 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk sektor kesehatan.
Perwakilan WHO untuk Maladewa, Payden, menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata kekuatan sistem kesehatan yang tangguh.
“Keberhasilan eliminasi tiga penyakit ini menjadi contoh nyata bagaimana investasi berkelanjutan dalam sistem kesehatan, inovasi, dan layanan berbasis komunitas dapat mengubah arah kesehatan masyarakat," ujar Payden.
Sebelumnya, pada tahun 2019, Maladewa telah berhasil meraih status eliminasi untuk penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Kini, dengan tambahan hepatitis B, negara ini telah mencatatkan standar baru. Prestasi ini sangat kontras dengan kondisi di kawasan Asia Tenggara, di mana WHO mencatat pada tahun 2024 masih ada ribuan bayi yang lahir dengan sifilis.
Kisah sukses ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam upaya eliminasi penularan penyakit dari ibu ke anak di negara lain.
Baca Juga:
Aston Pontianak Gelar Sosialisasi HIV/AIDS untuk Karyawan
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.