faktakalbar

Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga 5-10 Menit: Dokter Jelaskan Manfaat dan Gerakan Dinamis

Penulis: Dimas Tuesday, 04 November 2025 📖 2 menit
Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga 5-10 Menit: Dokter Jelaskan Manfaat dan Gerakan Dinamis
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Banyak orang sudah berkomitmen rutin berolahraga, tetapi masih menganggap pemanasan cukup dilakukan sekadarnya. Padahal, menurut dr. Mayrovi Dewi Nyuyorike Djati, Sp.K.F.R, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Soeradji Tirtonegoro, pemanasan adalah bagian penting untuk menyiapkan tubuh sebelum menerima beban latihan yang lebih berat. “Pemanasan itu cara tubuh menyesuaikan diri sebelum olahraga. Minimal dilakukan 5–10 menit dan gerakannya bersifat dinamis,” ujar dr. Mayrovi dalam Talk Show Kesehatan Kemenkes, dikutip pada Senin (3/11/2025). Kenapa Pemanasan Penting Dilakukan? Menurut dr. Mayrovi, pemanasan berfungsi ganda dalam menyiapkan sistem tubuh. Tanpa pemanasan yang cukup, tubuh diibaratkan seperti mobil yang langsung digas kencang. Baca Juga: 4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Kesepian Menyerang, Selain Main Medsos Akibatnya, risiko cedera akan lebih besar. Pemanasan membantu: Meningkatkan suhu tubuh, aliran darah, dan pasokan oksigen. Membuat otot lebih lentur. Memicu pelepasan hormon yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Inilah beberapa Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga yang harus diketahui: Mengurangi risiko cedera otot dan ligamen. Meningkatkan fleksibilitas otot. Memperbaiki fokus dan kesiapan mental. Mengurangi penumpukan asam laktat yang memicu cepat lelah. Menyiapkan kerja jantung dan paru secara bertahap. Durasi dan Gerakan Pemanasan Dinamis Mengacu pada panduan American College of Sports Medicine (ACSM), durasi pemanasan yang dianjurkan adalah 5–10 menit. Baca Juga: 5 ‘Keajaiban’ Bangun Subuh yang Mengubah Kualitas Hidup Anda Namun, gerakannya sebaiknya disesuaikan dengan jenis olahraga yang akan dilakukan. “Kalau mau tenis, fokuskan pemanasan di bahu, lengan, pinggul, dan kaki. Kalau lari, lebih banyak di ekstremitas bawah. Jadi tidak semua gerakan dilakukan secara acak,” ujar dr. Mayrovi. Pemanasan harus dilakukan dengan prinsip dynamic flexibility atau peregangan aktif. Berikut contoh Gerakan Pemanasan Dinamis yang bisa dilakukan: Gerakan Leher: Menunduk ke depan-belakang dan miring kanan-kiri. Lakukan 8 repetisi dan ulang 2 set. Putaran Bahu: Memutar bahu ke depan dan ke belakang untuk melemaskan area bahu dan punggung atas. Ayunan Lengan: Mengayunkan lengan ke atas-bawah atau depan-belakang guna mempersiapkan otot lengan dan pergelangan tangan. Putaran Panggul: Gerakan melingkar dari depan ke belakang untuk meningkatkan fleksibilitas panggul dan punggung bawah. Semi Squat : Berdiri dengan kaki selebar bahu, tekuk lutut sedikit, lalu turunkan pinggul seperti hendak duduk. Gerakan ini membantu mempersiapkan paha, lutut, dan betis. “Gerakan dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang. Tujuannya menyiapkan tubuh, bukan membuat lelah sebelum olahraga,” kata dr. Mayrovi. Jangan Lupa Pendinginan Mengabaikan pemanasan meningkatkan risiko cedera otot ( strain ), keseleo, cedera ligamen (termasuk ACL), nyeri sendi, hingga cepat lelah. “Banyak cedera terjadi karena otot belum siap menerima beban atau hentakan yang tiba-tiba,” ujarnya. Setelah sesi olahraga selesai, tubuh juga membutuhkan pendinginan ( cooling down ). Baca Juga: Ingin Turun Berat Badan, Sebaiknya Jalan Kaki atau Lari? Pertimbangkan 4 Hal Ini Berbeda dari pemanasan yang bersifat dinamis, pendinginan menggunakan peregangan statis untuk menurunkan detak jantung dan mengurangi ketegangan otot. “Pendinginan mengembalikan tubuh ke kondisi semula dan mencegah nyeri otot setelah latihan,” tutup dr. Mayrovi. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK