faktakalbar

Manisnya Nusantara! Kenali 5 Jenis Gula Asli Indonesia yang Sering Dikira Sama

Penulis: Redaksi Friday, 28 November 2025 📖 3 menit
Manisnya Nusantara! Kenali 5 Jenis Gula Asli Indonesia yang Sering Dikira Sama
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Indonesia bukan hanya kaya akan rempah, tetapi juga kaya akan rasa manis. Sebagai negara tropis yang ditumbuhi berbagai jenis pohon palem-paleman ( palmae ), masyarakat Nusantara sejak dahulu telah memproduksi pemanis alami dengan cita rasa yang khas. Namun, sering kali kita bingung membedakan satu jenis gula dengan yang lainnya. Padahal, setiap jenis gula memiliki aroma, tekstur, dan peruntukan masakan yang berbeda. Baca Juga:  Lagi Burnout Berat? 4 Cemilan Ini Bisa Bantu Perbaiki Mood Kamu Seketika Agar masakan Anda semakin otentik, berikut adalah 5 jenis gula asli Indonesia yang wajib Anda ketahui. 1. Gula Jawa (Gula Merah) Ini adalah jenis gula yang paling umum ditemukan di pasar tradisional. Sesuai namanya, Gula Jawa banyak diproduksi di Pulau Jawa dengan bahan dasar utama dari nira pohon kelapa. Secara fisik, gula ini memiliki ciri khas warna cokelat kemerahan atau terkadang agak gelap. Biasanya gula ini dicetak dalam bentuk silinder (tabung) kecil atau batok kelapa dengan tekstur yang cukup keras namun masih mudah disisir dengan pisau. Kegunaannya sangat vital dalam masakan Jawa, menjadi kunci kelezatan hidangan seperti Gudeg , semur, sambal rujak, hingga menjadi bahan dasar pembuatan kecap manis tradisional. 2. Gula Aren Sering tertukar dengan Gula Jawa, padahal Gula Aren adalah "kasta" yang berbeda dan saat ini sedang sangat populer berkat tren kopi kekinian. Bahan dasarnya diambil dari nira pohon enau atau pohon aren ( Arenga pinnata ). Perbedaan utamanya terletak pada warna dan aroma. Gula aren memiliki warna cokelat yang lebih gelap dan pekat dibandingkan gula Jawa, serta aroma yang jauh lebih kuat, harum, dan khas. Jika dijilat, ada sensasi rasa manis yang legit dengan sedikit sentuhan pahit ( smoky ) yang elegan. Karena aromanya yang menggugah selera ini, gula aren menjadi primadona untuk campuran minuman seperti es cendol, kopi susu gula aren, dan berbagai jajanan pasar. 3. Gula Lontar Gula ini adalah kebanggaan masyarakat Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebagian Jawa Timur seperti Tuban atau Lamongan. Gula ini diolah dari nira pohon lontar atau yang sering disebut pohon siwalan. Di pasaran, gula lontar sering dijual dalam bentuk cair (seperti madu) atau padatan lempeng. Rasanya sangat unik, yakni manis dengan sedikit sentuhan rasa gurih dan kompleks yang tidak dimiliki gula lain. Gula lontar juga sering dianggap sebagai salah satu opsi gula paling sehat karena indeks glikemiknya yang rendah. Masyarakat biasanya menggunakannya untuk pemanis kue tradisional, penyedap masakan khas Rote, atau bahkan dimakan langsung sebagai camilan. 4. Gula Batu Meskipun bahan dasarnya sama dengan gula pasir yaitu air tebu, Gula Batu memiliki tempat tersendiri dalam budaya minum teh di Indonesia, khususnya di wilayah Cirebon dan Tegal. Gula ini dibuat melalui proses kristalisasi air tebu selama berhari-hari. Bentuknya menyerupai bongkahan batu kristal yang bening atau kekuningan. Keunggulan gula batu terletak pada rasa manisnya yang lebih lembut ( mild ) dan tidak "menggigit" tenggorokan seperti gula pasir biasa. Karena itulah, gula batu menjadi teman sejati untuk menyeduh teh poci (teh tubruk) agar rasa teh tetap menonjol. Selain itu, gula batu juga dipercaya lebih melegakan tenggorokan dan sering digunakan dalam campuran ramuan obat tradisional China. 5. Gula Semut Gula Semut sebenarnya bukanlah "jenis" tanaman baru, melainkan inovasi bentuk pengolahan dari gula merah atau gula aren. Namanya diambil karena bentuknya yang berupa butiran-butiran kecil mirip sarang semut di tanah. Bahan dasarnya bisa berasal dari nira kelapa ataupun nira aren yang dikeringkan dan dihaluskan. Ciri khasnya tentu saja bentuknya yang berupa serbuk atau granula kering. Inovasi ini membuat gula semut lebih praktis karena tidak perlu disisir, mudah larut, dan lebih tahan lama karena kadar airnya yang rendah. Kini gula semut menjadi komoditas ekspor andalan dan sangat praktis digunakan untuk taburan oatmeal , pemanis kopi harian, atau bahan kue ( baking ) sebagai pengganti brown sugar . Ternyata, rasa "manis" di Indonesia memiliki banyak wajah dan karakter. Memilih jenis gula yang tepat tidak hanya memengaruhi rasa masakan, tetapi juga turut melestarikan warisan kuliner petani lokal kita. Jadi, jenis gula mana yang selalu tersedia di dapur Anda? Baca Juga:  Lapar di Jam Tanggung? Ini 5 Cemilan Penahan Lapar yang Bikin Kenyang Lebih Lama (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK