Mapolsek Toho Digeruduk Ratusan Massa Usai Penangkapan Terduga Pelaku PETI
Sebanyak seratusan massa mendatangi Mapolsek Toho untuk menuntut kejelasan atas penangkapan operator ekskavator berinisial KS oleh pihak keamanan PT Palm Agro Makmur (PAM) dan BKO Polda Kalbar pada Rabu (22/7/2026) malam.
Sebanyak seratusan massa mendatangi Mapolsek Toho untuk menuntut kejelasan atas penangkapan operator ekskavator berinisial KS oleh pihak keamanan PT Palm Agro Makmur (PAM) dan BKO Polda Kalbar pada Rabu (22/7/2026) malam.
Penangkapan KS atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di area konsesi PT PAM memicu reaksi keras dari pihak keluarga.
Massa yang awalnya mendatangi kantor perusahaan bergerak menuju kantor polisi setelah keberadaan KS sempat tidak mendapat titik terang.
Eskalasi jumlah massa yang terus bertambah membuat petugas melakukan pendekatan persuasif dan mengamankan GM PT PAM ke Mapolsek Toho guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
Situasi di markas kepolisian setempat sempat memanas akibat anggapan bahwa petugas sengaja mengulur waktu terkait penanganan kasus tersebut.
Proses mediasi ketat kemudian digelar di Mapolsek Toho dengan melibatkan perwakilan kepolisian, pihak perusahaan, keluarga, ormas TBBR, serta tokoh masyarakat.
Gejolak ketegangan baru mereda setelah massa menerima kepastian informasi bahwa KS akan dipulangkan dan telah bergerak dalam perjalanan dari Polda Kalbar menuju Toho.
Meski situasi berangsur kondusif, ratusan massa memilih bertahan dan bersiaga di sekitar lokasi hingga terduga pelaku benar-benar tiba di tempat.
Aparat kepolisian setempat terus mengawal ketat pergerakan massa guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah Toho tetap terjaga.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.