Mau Kurus Cepat? Terapkan Trik Durasi Makan Ini
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Membatasi
waktu
makan hanya dalam
delapan
jam sehari
bisa
menjadi strategi efektif untuk menurunkan sekaligus menjaga berat badan dalam jangka panjang.
Para ahli mempresentasikan temuan menarik ini dalam ajang bergengsi
European Congress on Obesity
di Malaga, Spanyol.
Penelitian tersebut menemukan bahwa orang dengan kelebihan berat badan hingga obesitas yang menerapkan pola makan terbatas waktu berhasil menurunkan berat badan secara drastis dan mempertahankannya hingga setahun penuh.
Baca Juga:
Aturan Baru Trump: Penderita Obesitas dan Diabetes Bisa Ditolak Masuk AS
Kunci Sukses Puasa Enam Belas Jam
Penelitian ini menyoroti bahwa efektivitas metode tersebut tidak bergantung pada jam makan, baik Anda melakukannya lebih pagi atau lebih siang. Selama Anda menjalankan pola ini secara konsisten selama tiga bulan, Anda akan mendapatkan hasil yang tetap signifikan.
Peneliti utama dari
University of Granada
, Dr Alba Camacho-Cardenosa, menjelaskan bahwa kunci utama dari metode ini justru terletak pada kedisiplinan Anda menjaga durasi puasa selama enam belas jam setiap hari.
Hasil awal penelitian yang senada dengan publikasi ilmiah di jurnal
Nature Medicine
ini juga membuktikan bahwa pembatasan waktu makan secara teratur mampu meningkatkan kesehatan kardiometabolik Anda.
Hasil Uji Coba Penurunan Berat Badan
Dalam studi terbaru ini, peneliti mengamati sembilan puluh sembilan partisipan selama dua belas bulan dengan membagi mereka menjadi empat kelompok waktu makan yang berbeda.
Peneliti juga memberikan panduan pola makan
Mediterania
agar seluruh peserta tetap mengonsumsi makanan sehat selama masa percobaan.
Hasilnya, kelompok yang membatasi waktu makan selama delapan jam berhasil menurunkan berat badan sekitar tiga hingga empat kilogram serta mencatatkan penurunan lingkar pinggang dan pinggul hingga beberapa sentimeter.
Sebaliknya, kelompok yang makan lebih dari dua belas jam sehari hanya mampu menurunkan berat badan rata-rata satu koma empat kilogram pada awalnya, namun mereka justru mengalami kenaikan berat badan rata-rata nol koma empat kilogram setelah dua belas bulan berjalan.
Alternatif Praktis Tanpa Menghitung Kalori
Tingkat keberhasilan metode ini sangat tinggi karena sekitar delapan puluh lima hingga delapan puluh delapan persen peserta mengaku mampu mengikuti pola makan terbatas waktu ini secara konsisten.
Baca Juga:
Rahasia Tubuh Langsing Tanpa Perlu Diet Ketat
Koordinator studi, Dr Jonatan Ruiz, menyebut metode puasa
intermittent
ini tampak lebih praktis dan tidak terlalu melelahkan ketimbang Anda harus menghitung asupan kalori harian secara ketat, sehingga cara ini sangat cocok menjadi alternatif bagi orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan.
Meskipun demikian, peneliti dari
University of Cambridge Metabolic Research Laboratories
, Dr Maria Chondronikola, menekankan bahwa para ilmuwan masih memerlukan studi lanjutan untuk memastikan efektivitas metode ini secara lebih mendalam, terutama terkait konsistensi jadwal, jumlah asupan kalori, serta dampaknya terhadap metabolisme tubuh.
(*Sr)
Tag:
#European Congress on Obesity
#mengatasi obesitas
#durasi makan diet
#puasa intermittent
#Diet Sehat
#cara menurunkan berat badan
#intermittent fasting
#gaya hidup sehat
#tips kesehatan
#cara mengecilkan perut buncit
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.